Distribusi Air Nongsa Dipangkas Jadi 40 Liter per Detik, Warga Diimbau Tampung Air

Batamclick.com,
Krisis air baku di Waduk Nongsa, Batam, belum menunjukkan tanda mereda. PT Air Batam Hilir (ABH) kembali memangkas flow distribusi dari Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa menjadi 40 liter per detik (lps).

Penyesuaian distribusi itu mulai diberlakukan sejak Jumat (18/9) pukul 00.00 WIB. Sebelumnya, produksi IPAM Nongsa masih berada di level 45 lps.

PT ABH menyampaikan penyesuaian tersebut melalui akun Instagram resminya. Pengurangan aliran dilakukan sebagai langkah menjaga keberlangsungan pelayanan di tengah penyusutan cadangan air baku Waduk Nongsa.

“Flow distribusi IPAM Nongsa disesuaikan menjadi 40 lps,” demikian keterangan PT ABH.

Dengan penurunan tersebut, pelanggan yang berada di jalur suplai IPAM Nongsa akan mengalami penyesuaian jam layanan. ABH mengimbau masyarakat di wilayah Nongsa dan sekitarnya menampung air ketika aliran mengalir.

Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak, terutama untuk kebutuhan prioritas, memastikan tidak ada kebocoran pada instalasi rumah, serta menghindari penggunaan air secara berlebihan.

ABH menyebut kebijakan itu merupakan bagian dari langkah antisipasi menghadapi dampak fenomena El Niño dan minimnya curah hujan di kawasan Nongsa.

Pengurangan jam aliran dan tekanan air diberlakukan kepada pelanggan di wilayah Nongsa, Batu Besar dan sekitarnya.

Juru Bicara PT ABH Ginda Alamsyah mengatakan penurunan flow tersebut kembali dilakukan karena debit air di Waduk Nongsa terus menurun.

“Flow kembali diturunkan,” kata Ginda ketika dikonfirmasi, Minggu (20/9).

Menurut dia, apabila penurunan debit terus berlangsung, Waduk Nongsa berpotensi tidak lagi dapat digunakan sebagai sumber air baku untuk IPAM Nongsa.

“Ada kemungkinan Waduk Nongsa tidak bisa kita gunakan. Nongsa tidak bisa kita gunakan kalau terjadi terus penurunan debit air,” ujarnya.

Jika kondisi itu terjadi, ABH akan mengalihkan pemenuhan kebutuhan air dari sumber lain. Salah satu sumber yang disiapkan adalah sistem Waduk Duriangkang.

Ginda mengatakan langkah mitigasi untuk menghadapi kemungkinan tersebut telah dilakukan.

“Dan akan kita cari sumber dari waduk lain, yaitu dari Duriangkang. Proses dan langkah mitigasinya sudah kita lakukan,” katanya.

Penurunan flow menjadi 40 lps memperpanjang rangkaian pengurangan produksi IPAM Nongsa dalam beberapa pekan terakhir.

Pada 12 Agustus 2026, produksi IPAM Nongsa masih berada di level 65 lps. Lima hari kemudian turun menjadi 60 lps. Pada 24 Agustus kembali dipangkas menjadi 50 lps.

Kemudian pada 8 September, produksi turun menjadi 45 lps. Hujan yang mengguyur Batam selama dua hari pada pertengahan September belum membuat ABH menaikkan kembali produksi tersebut.

Kini, hanya berselang sekitar sepuluh hari dari penyesuaian 45 lps, distribusi kembali dipangkas menjadi 40 lps.

Sebelumnya, ABH memperkirakan cadangan air baku Waduk Nongsa hanya mampu bertahan sekitar dua pekan apabila hujan tidak kunjung turun.

Sumber, Batam Pos