BATAMCLICK.COM: Di tengah rutinitas harian yang kian berat, kesehatan sering kali terlupakan—hingga akhirnya penyakit datang tanpa diundang. Di Kota Tanjungpinang, masih banyak warga prasejahtera yang belum memiliki perlindungan jaminan kesehatan, padahal kesempatan untuk mendapatkan bantuan itu masih terbuka lebar.
Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, dengan tulus mengimbau warga yang kurang mampu untuk segera mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI). Bantuan ini diberikan oleh pemerintah agar masyarakat tak lagi terbebani biaya saat sakit menyerang.
“Kami masih memiliki kuota untuk warga yang layak menerima bantuan. Jangan menunggu sampai sakit, baru mendaftar,” kata Rustam dalam pernyataannya, Selasa (17/6).
Rustam menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi bersama BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, ada sebanyak 3.255 peserta PBI yang semula dibiayai melalui APBD Kota kini dialihkan ke PBI pusat. Namun, seiring verifikasi data, sebanyak 1.381 peserta dinonaktifkan, sehingga kuota tersebut terbuka kembali untuk warga yang belum terdaftar.
Tak hanya itu, Pemprov Kepri juga turut berkontribusi dengan menyediakan alokasi 443 jiwa dari kuota PBI provinsi untuk warga Tanjungpinang, dan tambahan 3.590 jiwa untuk tahun 2025.
Per akhir 2024, sebanyak 95,48 persen warga Tanjungpinang atau 228.397 jiwa sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Meski angka itu cukup tinggi, Rustam berharap 4,52 persen sisanya—yang umumnya berasal dari kelompok rentan—tidak luput dari perhatian.
“Perlindungan kesehatan adalah hak setiap orang. Mari manfaatkan kuota yang masih tersedia ini. Jangan menunggu musibah datang baru sadar pentingnya jaminan kesehatan,” ujar Rustam.
Dinas Kesehatan pun mengajak lurah, RW, dan RT setempat agar aktif menyosialisasikan informasi ini kepada warganya. Karena kesehatan, sesungguhnya, bukan hanya soal sembuh, tapi tentang hidup yang lebih bermartabat sejak awal.
Sumber: Antara








