Kemendukbangga: Perbaikan MBG harus selaras dengan penanganan stunting

Batamclick.com,
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyatakan perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya selaras dengan kebijakan penanganan stunting.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat, untuk mendukung kebijakan pemerintah yang kini tengah memperbaiki secara menyeluruh program prioritas peningkatan kualitas gizi nasional tersebut.

“Saya berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dapat mendukung peningkatan efektivitas program di masa mendatang. Salah satu rekomendasi utama adalah pentingnya memperhatikan dan mengakomodasi berbagai masukan serta rekomendasi yang berasal dari lintas kementerian dan lembaga terkait proses penyusunan maupun implementasi kebijakan penanganan stunting,” ujar Budi.

Menurutnya, berbagai kementerian dan lembaga memiliki pengalaman, data, sumber daya, serta instrumen kebijakan yang dapat menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan program percepatan penurunan stunting.

Oleh karena itu, seluruh rekomendasi yang disampaikan melalui forum koordinasi lintas sektor perlu menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan agar kebijakan yang dihasilkan semakin komprehensif dan implementatif.

“BGN juga perlu memperkuat kerja sama dan koordinasi secara lebih intensif dengan seluruh kementerian dan lembaga yang memiliki keterkaitan dengan program percepatan penurunan stunting. Penguatan koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan adanya keselarasan kebijakan, integrasi program, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang tersedia,” katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, Program MBG dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan berkontribusi secara nyata terhadap percepatan penurunan prevalensi stunting.

Sementara itu, Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji menyatakan pihaknya terus memperkuat penataan Program MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) dengan dukungan Tim Pendamping Keluarga (TPK).

“Hari ini kelompok 3B yang menerima manfaat sudah mencapai 9,9 juta jiwa, terdiri atas 911 ribu ibu hamil, 2,2 juta ibu menyusui, dan sekitar 6 juta balita. Ini merupakan capaian penting dalam upaya memperkuat intervensi gizi bagi kelompok yang paling membutuhkan,” ujar dia.

Wihaji menyampaikan bahwa cakupan penerima manfaat itu tidak lepas dari dukungan lebih dari 122 ribu TPK.

Ia menjelaskan para TPK selama ini telah membantu distribusi MBG secara langsung kepada sasaran 3B dan memastikan makanan yang diberikan benar-benar dikonsumsi oleh penerima manfaat sesuai dengan nilai gizi.

Sumber, Antara