Operasi Pasar di Tanjungpinang Jadi Solusi

Operasi Pasar di Tanjungpinang digelar empat hari untuk mengatasi kelangkaan ayam pedaging jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Operasi Pasar di Tanjungpinang digelar empat hari untuk mengatasi kelangkaan ayam pedaging jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

BATAMCLICK.COM: Operasi Pasar di Tanjungpinang kembali digelar sebagai langkah cepat Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk menjaga ketersediaan ayam pedaging menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Melalui kebijakan ini, Pemkot berupaya memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di tengah terbatasnya pasokan.

Menjelang lonjakan konsumsi akhir tahun, Pemkot Tanjungpinang memilih bergerak cepat agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga.

Operasi Pasar Digelar Empat Hari

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, menyampaikan bahwa operasi pasar dijadwalkan berlangsung selama empat hari di Gedung Tengku Mandak, Bintan Center.

Pemkot akan menggelar kegiatan tersebut mulai Rabu, 17 Desember 2025, hingga Sabtu, 20 Desember 2025. Melalui operasi pasar ini, pemerintah tidak hanya menyediakan ayam pedaging dan telur, tetapi juga menghadirkan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Solusi Cepat Atasi Kelangkaan Ayam

Robert menjelaskan bahwa operasi pasar menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi kelangkaan ayam pedaging yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Tanjungpinang.

Untuk memperkuat langkah tersebut, Pemkot Tanjungpinang juga menyusun rencana kerja bersama dua produsen ayam besar di Bintan serta menggandeng Asosiasi Peternak Unggas Bintan (APUB).

Kebakaran dan Cuaca Jadi Pemicu Gangguan Pasokan

Robert mengungkapkan bahwa kelangkaan ayam pedaging dipicu oleh beberapa faktor. Salah satu penyebab utama ialah kebakaran di kandang besar milik salah satu produsen ayam pedaging di Bintan.

Sebagai produsen terbesar, gangguan tersebut berdampak langsung pada hasil produksi sehingga pasokan ayam pedaging ke Bintan dan Tanjungpinang menjadi terbatas. Selain itu, faktor cuaca juga menurunkan produktivitas ternak dan menyebabkan hasil produksi belum mampu memenuhi permintaan pasar.

Impor dan Pengetatan Distribusi

Kebutuhan ayam pedaging di Tanjungpinang selama ini tidak hanya bergantung pada dua produsen besar dan APUB. Tetapi juga pasokan ayam beku impor turut membantu. Namun, pengetatan keluar masuk produk impor turut memengaruhi ketersediaan ayam di pasaran.

Panen Setelah 20 Desember

Berdasarkan pantauan terakhir per 15 Desember 2025, ketersediaan ayam di dua perusahaan besar masih belum siap panen. Waktu panen baru terjadi setelah 20 Desember 2025.

Meski demikian, Pemkot tetap mengandalkan kontribusi peternak mandiri yang tergabung dalam APUB untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kebutuhan Harian Capai 4.500 Ekor

Robert menyebutkan bahwa kebutuhan konsumsi ayam pedaging di Tanjungpinang berkisar antara 4.000 hingga 4.500 ekor per hari. Angka tersebut meningkat seiring kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui sinergi produsen besar dan peternak mandiri di Bintan dan Tanjungpinang, Pemkot optimistis pasokan ayam pedaging tetap terjaga.***