Polisi Selidiki Dugaan Boris ‘Preman Pensiun’ Jadi Bandar Narkoba

BATAMCLICK.COM: Nio Juanda Yasin atau yang lebih dikenal sebagai Boris Preman Pensiun ditangkap polisi atas keterlibatan kasus narkoba.

Boris ditangkap polisi pada Sabtu (11/9) di sebuah guest house di kawasan Lembang, Bandung Barat.

Ia ditangkap polisi usai kedapatan mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja.

Pihak kepolisian menduga Boris sebagai pengedar atau bandar narkoba. Pasalnya polisi menemukan barang bukti berupa sabu yang ternyata bukan miliknya melainkan orang lain.

“Iya (sebagai pengedar), karena barang bukti (sabu) yang 1 gram bukan untuk dia tapi untuk orang lain yaitu Doyok alias Cacag,” ungkap Kanit Lidik 2 Satresnarkoba Polres Cimahi Ipda Dadang Sutisna mengutip Detikcom, Kamis (16/9).

BACA JUGA:   Head to head Bayern Vs Barcelona: Die Roten Dominan

Dadang menyebut Boris mendapatkan barang haram itu dari pemasok yang bernama Resta yang kini masuk ke dalam DPO atau Daftar Pencarian Orang.

“Suplainya masih dari Resta. Tapi untuk yang membelinya itu temannya Ramayandi, sudah kita amankan juga,” paparnya.

Barang Bukti Ganja & Sabu

Oleh karena penangkapan Boris, polisi mengamankan barang bukti berupa satu linting ganja bekas pakai, satu bungkus plastik klip bening berisi sabu seberat satu gram dan alat isap sabu atau bong.

Polisi juga menaruh curiga ada keterkaitan antara kasus narkoba Boris dengan Zulfikar pemeran Jamal di Preman Pensiun pada Agustus 2020 lalu. Pasalnya keduanya berasal dari lingkungan pekerjaan yang sama.

BACA JUGA:   TAUZIA Hotels Regional Sumatera Meraih Sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

“Untuk saat ini masih kita dalami. Karena dia (Boris) belum mau bicara,” jelas Dadang.(syt)

sumber:insertlive

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *