Salon, Spa hingga Akademi: Cassamira Siapkan Wajah Baru Wisata Wellness Batam

BATAMCLICK.COM: Peresmian Cassamira Salon, Spa and Massage cabang ke-4 di Komplek Permata Hijau, seberang Hotel 01 Batam Center, Minggu (16/8/2026), tidak sekadar menandai pembukaan usaha baru. Kehadiran cabang ini juga membuka peluang pengembangan industri wellness, pendidikan keterampilan, hingga wisata edukasi di Batam.

Potong Pita Tandai Cabang Keempat

Owner Cassamira Salon, Spa and Massage, Ferry dan Enni Mira, meresmikan cabang keempat tersebut bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardi Winata.

Acara berlangsung sederhana, tetapi penuh semangat. Panitia menandai peresmian dengan pemotongan pita dan tumpeng.
Sejumlah tokoh pariwisata dan organisasi profesi juga hadir. Mereka antara lain Pendiri Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (ASPABRI) Surya Wijaya, Ketua Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri Novianto serta Ketua DPD Tiara Kusuma (Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia) Provinsi Kepri Silvia Hilda Kusumaningtyas.

Saat memberikan sambutan, Ferry menjelaskan bahwa Cassamira kini memiliki empat cabang. Cabang pertama berada di Penang, Malaysia. Kemudian, cabang kedua berada di Botania 2, Batam Center. Sementara itu, cabang ketiga juga berada di Pulau Penang, Malaysia.
“Cabang keempat ini insyaallah menjadi berkah dan bisa maju di Batam Center,” ujar Ferry.

Menurut Ferry, perjalanan Cassamira bermula dari keberanian sang istri, Enni Mira. Ia menyebut Mira sebagai sosok yang gigih dan berani mengambil peluang.

“Jadi istri saya ini salah satu perempuan yang sangat hebat, sangat berani dan gigih,” kata Ferry.

Ferry pun mendorong seluruh karyawan dan terapis Cassamira agar terus bekerja keras. Ia ingin para pekerja tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga berani mengembangkan diri hingga mampu mandiri.

Berawal dari Hobi Massage

Ferry dan Mira Owner Cassmira Salon Spa and Massage
Ferry dan Mira Owner Cassmira Salon Spa and Massage

Sementara itu, Enni Mira menceritakan perjalanan bisnisnya yang bermula dari kecintaannya terhadap massage.

Ia mengaku tidak memiliki ilmu spa ketika pertama kali membuka usaha. Namun, kegemarannya mencoba layanan massage di berbagai kota membuatnya semakin tertarik mendalami bidang tersebut.

“Saya dulu membuka spa tanpa memiliki ilmu spa sama sekali. Saya hanya pecinta massage. Saya suka mencoba massage ke berbagai kota,” ujarnya.

Kesempatan kemudian datang ketika seseorang menawarkan kepadanya untuk membuka usaha spa.

Mira pun berani memulai dari nol. Ia belajar secara bertahap hingga akhirnya mampu menjadi trainer dan mengajarkan keterampilan spa kepada orang lain.

“Kalau saya bisa, kalian juga harus bisa,” katanya menyemangati para karyawan.

Kini, Cassamira juga mengembangkan akademi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya anak muda, untuk mempelajari keterampilan salon dan spa.

Dengan langkah itu, Cassamira tidak hanya menjalankan bisnis layanan kecantikan dan wellness. Mereka juga ingin mencetak tenaga terampil yang memiliki kemampuan untuk bersaing di dunia kerja.

Dorong Pendidikan Salon dan Spa

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardi Winata mencoba layanan reflexi
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardi Winata mencoba layanan reflexi

Ketua DPD Tiara Kusuma Kepri Silvia Hilda Kusumaningtyas menyambut positif perkembangan Cassamira.

Menurut Silvia, pendidikan di bidang salon, spa dan massage masih memiliki peluang besar untuk berkembang. Karena itu, ia melihat Cassamira memiliki posisi strategis untuk ikut memperkuat pendidikan keterampilan di bidang tersebut.

Silvia juga mengapresiasi langkah Cassamira yang berusaha memenuhi aspek legalitas dan perizinan.

Ia menjelaskan, lembaga kursus dan pelatihan dapat bermitra dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sedangkan lembaga pelatihan kerja dapat bermitra dengan instansi ketenagakerjaan.

“Cassamira sangat tertib dan ingin semua legal. Itu luar biasa,” ujar Silvia.

Selain itu, Silvia mengajak Ferry untuk ikut memperkuat organisasi Tiara Kusuma.

Apalagi, jaringan organisasi tersebut juga memiliki hubungan dengan berbagai pihak di Singapura dan Malaysia.

Menurut Silvia, jaringan tersebut dapat membuka peluang lebih besar bagi tenaga terampil dari Batam.

Batam Bisa Kembangkan Wisata Edukasi
Silvia kemudian menawarkan gagasan yang lebih luas. Ia ingin Batam tidak hanya menjadi tempat wisata singkat, tetapi juga menjadi tujuan wisata edukasi.

Wisatawan, khususnya dari negara tetangga, bisa datang ke Batam untuk mengikuti pelatihan massage, tata rias, perawatan wajah, lulur, hingga keterampilan kecantikan lainnya.
Konsep tersebut sekaligus dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan atau length of stay.

Silvia mencontohkan wisatawan yang mengikuti kursus massage. Mereka tentu membutuhkan waktu lebih dari satu hari untuk menyelesaikan pelatihan.

“Bisa dibuat paket wisata belajar. Mereka belajar, menginap dan menikmati Batam. Dengan begitu, length of stay bisa lebih lama,” jelasnya.

Menurut Silvia, konsep tersebut juga dapat melibatkan pelaku pariwisata lain. Misalnya, asosiasi perjalanan wisata, hotel, homestay dan pelaku ekonomi kreatif.
Dengan kolaborasi itu, wisatawan tidak hanya mengikuti pelatihan. Mereka juga bisa menikmati kuliner, budaya dan berbagai destinasi Batam.

Ardi Winata: Batam Punya Potensi Wellness

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardi Winata melihat peluang besar dari berkembangnya industri wellness.

Ia menilai Cassamira tidak hanya menawarkan layanan kecantikan dan spa, tetapi juga memiliki potensi menjadi bagian dari ekosistem wisata wellness Batam.
“Wellness di Batam tumbuh dengan bagus,” kata Ardi.

Menurutnya, Batam memiliki karakter sebagai kota yang sejak awal berkembang dengan perencanaan. Pemerintah membangun Batam sebagai kawasan industri, perdagangan, jasa dan pariwisata.

Karena itu, ia mendorong pelaku usaha untuk terus meningkatkan keterampilan dan kualitas layanan.

Ardi juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing. Menurutnya, tenaga kerja Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di pasar internasional. Namun, mereka perlu memperkuat keterampilan dan kemampuan berkomunikasi.

Ia pun mengapresiasi Cassamira yang mengembangkan akademi salon dan spa.
Menurut Ardi, pendidikan vokasi seperti itu dapat membuka jalan bagi anak muda untuk memperoleh keterampilan sekaligus peluang kerja.

Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan

Ardi juga menyambut gagasan wisata edukasi yang disampaikan Silvia.
Ia menilai keberhasilan pariwisata Batam tidak hanya bergantung pada jumlah wisatawan yang datang. Lama wisatawan tinggal di Batam juga menjadi indikator penting.

Karena itu, pemerintah dan pelaku usaha perlu menciptakan lebih banyak aktivitas yang membuat wisatawan betah.

Selain wellness dan wisata edukasi, Batam memiliki berbagai potensi lain. Mulai dari kuliner, olahraga, budaya, heritage hingga wisata religi.

“Bagaimana seramai-ramainya orang datang ke Batam dan bagaimana mereka tinggal lebih lama. Itu yang harus kita dorong,” ujar Ardi.

Ia juga melihat peluang pengembangan wisata pernikahan atau wedding tourism. Dengan konsep tersebut, pasangan dan keluarga dari luar daerah maupun luar negeri dapat memilih Batam sebagai lokasi pernikahan.

Konsep seperti itu sekaligus membuka peluang bagi hotel, wedding organizer, katering, salon, spa, fotografer dan berbagai pelaku ekonomi kreatif lainnya.

Dari Spa Menuju Pusat Wellness

Ardi juga mendorong pelaku usaha dan organisasi profesi untuk membangun ekosistem wellness yang lebih terintegrasi.
Konsepnya bisa mencakup spa, massage, yoga, relaksasi, penggunaan rempah-rempah hingga berbagai aktivitas yang mendukung kebugaran dan kesehatan secara menyeluruh.

Jika konsep tersebut berkembang, Batam berpeluang memiliki pusat wellness yang menawarkan layanan secara terpadu.
“Kalau memungkinkan, kita bisa menjadi pusat wellness. Jadi one stop service, semuanya ada di situ,” ujarnya.

Menurut Ardi, konsep wellness juga sejalan dengan perkembangan tren pariwisata yang semakin mengutamakan pengalaman dan kebugaran.

Cassamira Buka Peluang Baru

 

Pembukaan cabang keempat Cassamira akhirnya tidak hanya menjadi cerita tentang ekspansi bisnis.

Lebih dari itu, langkah tersebut memperlihatkan bagaimana usaha salon dan spa bisa berkembang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.

Apalagi, Cassamira sudah memiliki jaringan di Batam dan Penang. Jaringan tersebut bisa menjadi modal untuk menarik wisatawan dari Malaysia maupun Singapura.

Di sisi lain, akademi yang dikembangkan Cassamira juga membuka peluang bagi anak muda Batam untuk mempelajari keterampilan baru.

Jika pelaku usaha, asosiasi, pemerintah dan sektor pariwisata terus berkolaborasi, Batam tidak hanya menjadi tempat wisata singkat.

Batam juga bisa berkembang sebagai destinasi wellness dan wisata edukasi yang membuat wisatawan datang untuk belajar, menikmati layanan, berlibur dan tinggal lebih lama.(bos)