Batamclick.com, Batam – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) setiap tahun selalu menjadi polemik bagi para orangtua. Sebab penumpukan siswa di Sekolah Negeri tidak
dapat menampung seluruh siswa yang mendaftar.
Anggota DPRD Provinsi Kepri, Uba Ingan Sigalingging, menjelaskan salah satu contohnya saja di SMAN 3 Batam. Daya tampung cuma 288 siswa. Sementara yang mendaftar 857 orang.
“Kemungkinan akan bertambah 259 orang. Jadi tersisa sekitar 400 sekian anak yang tak bisa tertampung,” ungkap Uba.
Sementara untuk Informasi terkait PPDB jenjang SMA dan SMK negeri di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sulit terakses oleh masyarakat.
Hal tersebut terlihat pada saat Uba mendatangi salah satu sekolah yang berada di kota Batam, yaitu SMA N 3 dan SMK N 7 pada Jumat (15/07/2022).
Lanjut dikatakan Uba, peninjauan tersebut ia lakukan usai menerima sejumlah aduan dari orang tua siswa di Batam.
Para orang tua itu kesulitan mengakses informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Kami mendapatkan keluhan dari para orangtua susahnya mendapatkan akses terkait informasi PPDB. Selama ini hanya berhadapan sama security padahal mereka berharap mendapatkan penjelasan dari pihak yang berwenang,” terang Uba.
Uba menilai, informasi pada sistem PPDB itu seharusnya mudah diakses oleh masyarakat. Hal itu karena setiap sekolah khususnya sekolah negeri seharusnya melayani masyarakat dengan maksimal seperti memberikan informasi.
Akan tetapi, hal itu justru tak ia temukan pada kunjungan kali ini. Uba mengaku dirinya sempat kesulitan mengakses informasi pada sekolah yang ia datangi.
“Kita saja harus putar-putar juga. Harapan kami bisa ketemu kepala sekolah, tapi beliau sibuk. Saya juga sudah konfirmasi ke SMAN 3. Kita menduga panitia tidak melayani masyarakat secara maksimal karena terbukti ada demo,” ujar Uba.
Uba berharap, setiap sekolah dapat meningkatkan pelayanannya, terlebih lagi saat sistem PPDB secara luar jaringan (luring) atau offline belum usai.
” Saya berharap Dinas Pendidikan Kepri memiliki solusi untuk setiap permasalahan yang terjadi,” ungkap Uba.
Sementara itu, Ketua PPDB SMKN 7 Batam, Enjang Suhaidin merasa keluhan itu tak terjadi di tempatnya. Ia mengungkapkan, pihaknya telah menyediakan layanan dan penyebaran informasi seperti melalui media sosial.
“Kita berupaya untuk melayani masyarakat. Sampai sekarang tidak ada yang demo. Di depan juga ada taman. Mereka standbye di sana. Nanti ada perwakilan kami menjumpai masyarakat untuk memberikan informasi yang dibutuhkan,” terang Enjang.
Ia menjelaskan, pihaknya juga telah menyediakan layanan informasi melalui media sosial SMKN 7 Batam seperti Instagram, Telegram, YouTube, dan website.
“Dan yang datang langsung juga kita berikan informasi seputar PPDB,” tutup Enjang.








