Vasektomi di Batam Lampaui Target, Layanan KB Pria Semakin Diminati

BATAMCLICK.COM: Siapa bilang pria enggan ikut berkontribusi dalam program keluarga berencana? Di Kota Batam, layanan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi justru mencatat pencapaian membanggakan pada tahun 2025. Dalam waktu lima bulan saja, program ini sudah melampaui target tahunan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam, Novi Harmadyastuti, menyebutkan bahwa hingga akhir Mei 2025, sebanyak 20 pria telah menjalani vasektomi, dua kali lipat dari target awal yang hanya 10 peserta.

“Tahun lalu saja targetnya 12 peserta dan itu baru bisa tercapai di akhir tahun. Tahun ini, target 10 peserta sudah tercapai hanya dalam lima bulan. Ini sebuah prestasi luar biasa,” ujar Novi saat dihubungi di Batam, Sabtu (14/6).

Kerja Sama yang Berbuah Manis

Menurut Novi, lonjakan partisipasi ini tidak lepas dari program KB gratis yang secara rutin dilaksanakan sejak Februari 2025, hasil kolaborasi DP3AP2KB dengan BKKBN Provinsi Kepri. Program ini menyasar seluruh 12 kecamatan di Kota Batam dan disesuaikan dengan tingkat kepadatan penduduk masing-masing wilayah.

“Kecamatan Sagulung dan Batu Aji biasanya mendapat lebih banyak hari layanan karena padat penduduk. Kita atur seefisien mungkin agar jangkauannya merata dan tepat sasaran,” tambah Novi.

Capaian Layanan KB Lainnya

Selain vasektomi, capaian program KB gratis lainnya di Batam hingga Mei 2025 juga cukup signifikan:

IUD (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim): 300 peserta dari target 1.000

Implan: 717 peserta dari target 1.000

Tubektomi (Metode Operasi Wanita): 33 peserta dari target 99

Vasektomi (MOP): 20 peserta dari target 10

Komitmen Layanan yang Terus Bergerak

DP3AP2KB Batam, lanjut Novi, terus berkoordinasi dengan BKKBN Kepri, kader posyandu, serta fasilitas kesehatan di seluruh kota untuk memastikan bahwa layanan KB ini dapat terus berjalan secara konsisten dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Yang kami utamakan bukan hanya angka, tapi juga kemudahan akses dan kualitas layanan bagi masyarakat. Kita ingin setiap keluarga bisa merencanakan masa depan dengan lebih baik,” pungkasnya.***