BATAMCLICK.COM: Dari hamparan laut biru hingga jejak sejarah Melayu, Kepulauan Riau (Kepri) menyimpan sejuta potensi wisata yang kini tak hanya menarik perhatian wisatawan, tapi juga menginspirasi daerah lain untuk berkolaborasi memajukan pariwisata nasional.
Langkah besar ini diwujudkan lewat kerja sama antardaerah (KAD) antara Pemprov Kepri dan lima provinsi lainnya di Indonesia, untuk memajukan sektor pariwisata melalui sinergi promosi dan pertukaran paket wisata unggulan.
“Kerja sama ini adalah bagian dari kolaborasi yang diizinkan Kementerian Dalam Negeri, dan menjadi inisiatif keenam gubernur yang ingin memajukan pariwisata masing-masing melalui kekuatan bersama,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, di Tanjungpinang, Sabtu (14/6).
Tak kurang dari enam gubernur akan menandatangani perjanjian kerja sama di Kota Batam, Minggu (15/6), yakni Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, dan Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin.
Kerja sama ini bukan hanya formalitas. Gubernur Jawa Tengah, salah satu inisiator, tertarik mengadopsi potensi wisata perbatasan milik Kepri, yang dikenal sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara (Wisman) terbesar ketiga di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta.
Bahkan, tiga gubernur dari Jawa Tengah, Lampung, dan Maluku Utara sudah tiba lebih awal di Kepri sejak Jumat (13/6), untuk melihat langsung pesona Pulau Penyengat di Tanjungpinang dan kawasan pariwisata Lagoi di Bintan—dua ikon wisata yang merepresentasikan keindahan budaya dan kemewahan alam Bumi Melayu.
Menurut Hasan, kolaborasi ini akan dikemas dalam bentuk paket perjalanan wisata antardaerah, di mana provinsi satu mempromosikan potensi wisata provinsi lainnya, termasuk melibatkan pelaku industri seperti asosiasi pariwisata, tour and travel, hingga UMKM.
“Intinya adalah bagaimana kita bersama-sama meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia, khususnya ke enam provinsi ini. Tidak lagi bersaing, tapi saling menguatkan,” tegas Hasan.
Kunjungan para gubernur dan rombongan yang mencapai 300 orang ini juga memberi dampak ekonomi langsung. Hotel-hotel penuh, transportasi lokal hidup, dan produk-produk UMKM Kepri ikut laris manis dibeli para tamu. Suasana Kepri pun menjadi semarak oleh pertemuan para pemimpin daerah yang membawa semangat gotong royong lintas wilayah.
Hasan menegaskan, melalui kerja sama ini, pariwisata di Kepri diharapkan makin berkembang dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, terutama pascapandemi yang sempat menekan sektor pariwisata.
“Ini bukan hanya soal pariwisata, tapi soal menyatukan potensi bangsa lewat keindahan alam dan kekayaan budaya. Dari Kepri, kita perkuat Indonesia,” tutup Hasan dengan penuh semangat.***









