BATAMCLICK.COM: Batam Folding Bike kembali membuktikan bahwa kepedulian kecil yang dilakukan bersama-sama mampu tumbuh menjadi harapan besar bagi sesama. Melalui aksi kemanusiaan ini, komunitas Batam Folding Bike (BFB) menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Semua berawal dari niat tulus seorang anggota BFB yang melelang sepeda lipat miliknya. Sepeda tersebut terjual seharga Rp2,2 juta. Dari satu langkah sederhana itu, semangat berbagi kemudian menyebar, sehingga donasi terus mengalir dari anggota lainnya hingga terkumpul dana sebesar Rp7,7 juta.
Dari Donasi Menjadi Perlengkapan Ibadah
Batam Folding Bike Peduli mewujudkan dana tersebut dalam bentuk 40 mukena, 40 sarung, 40 sajadah, dan 40 Al-Qur’an. Perlengkapan ibadah ini dipilih karena menjadi kebutuhan penting bagi warga terdampak bencana, terlebih ketika bulan suci Ramadan semakin dekat.
“Dari sepeda lipat, alhamdulillah bisa berubah menjadi sarana ibadah bagi saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tetapi tentang ketulusan,” ujar Koordinator Donasi BFB Peduli, Suryani Astuti, di Batamcentre, Kamis (15/1).
Bantuan Kedua untuk Aceh Tamiang
Aksi ini menjadi donasi kedua dari Batam Folding Bike Peduli ke Aceh Tamiang. Sebelumnya, pada awal Desember 2025, BFB telah membantu lima desa terdampak, yakni Desa Bukit Rata, Tanah Kebun Terban, Pangkalan, Gamping Bundar, dan Kuala Simpang, melalui penyaluran sembako dan air mineral.
Menembus Medan hingga Lokasi Bencana
Tim penyaluran bantuan kali ini kembali melalui Medan dengan dukungan Suprapti sebagai koordinator lapangan. Tim mengirim dana ke Medan untuk kemudian membelanjakannya langsung menjadi perlengkapan salat sesuai kebutuhan masyarakat.
Pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, tim bergerak dari Medan menuju Aceh Tamiang dengan perjalanan darat selama kurang lebih tiga jam. Demi memastikan bantuan sampai ke tangan warga.
Menyapa Desa-Desa Terdampak
Desa Tanjung Karang menjadi lokasi pertama. Wilayah ini terdampak cukup parah akibat banjir yang disertai longsor dan hantaman kayu besar. Di desa tersebut berdiri Pondok Pesantren Darul Mukhlisin yang masih dikelilingi sisa material bencana.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Desa Penarik dan Desa Sungai Liput. Di Sungai Liput, sejumlah warga kehilangan rumah dan harta benda, sehingga harus bertahan di tenda-tenda pengungsian yang berdiri di lapangan terbuka.
Kepedulian yang Senantiasa Terbuka
Batam Folding Bike Peduli berharap aksi ini mampu menguatkan semangat para korban bencana. Komunitas ini juga membuka ruang bagi siapa pun yang ingin ikut berbagi, karena kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi cahaya bagi mereka yang tengah bangkit.
“Terima kasih kepada teman-teman yang telah peduli dan berbagi untuk saudara-saudara kita di Aceh,” tutup Suryani Astuti.










