BATAMCLICK.COM: Di balik gemerlap pelabuhan dan hiruk-pikuk pelancong yang datang dan pergi, Kota Batam tengah menata harapan besar: menyambut 1,7 juta wisatawan mancanegara sepanjang tahun 2025.
Bukan sekadar target, tapi mimpi yang dirajut dengan kerja keras, promosi yang tak pernah putus, dan sambutan hangat yang tak lekang oleh waktu.
Tiga bulan pertama tahun ini menjadi awal yang menjanjikan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mencatat sebanyak 329.444 wisatawan telah menjejakkan kaki di Batam hingga Maret. Rata-rata, lebih dari 100 ribu orang datang setiap bulan.
“Januari ada 124.481 kunjungan, Februari 104.684, dan Maret 100.279. Konsisten di atas seratus ribu per bulan, ini menjadi tanda optimisme bagi kami,” ujar Ardiwinata, Selasa.
Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada kisah pertemuan keluarga lintas negara, pasangan yang mengabadikan momen liburan di pantai Nongsa, hingga wisatawan solo yang mencari ketenangan di pulau-pulau kecil Batam.
Dibanding tahun lalu, pencapaian ini memberi warna cerah. Pada triwulan pertama 2024, jumlah kunjungan hanya menyentuh 296.277 orang. Kini, lonjakan itu terasa nyata, seolah Batam kembali memanggil dunia dengan lebih nyaring.
Dengan bekal pencapaian 1,3 juta kunjungan sepanjang tahun 2024, Disbudpar menatap masa depan dengan lebih percaya diri.
“Kami yakin bisa melampaui tahun lalu. Target 1,7 juta kunjungan itu bukan mimpi kosong. Dukungan program, promosi, dan fasilitas baru jadi modal utama,” kata Ardiwinata.
Salah satu kebijakan yang kini menjadi daya tarik tersendiri adalah Easy Access Visa—visa kunjungan singkat tujuh hari dengan biaya hanya Rp250 ribu. Sederhana, cepat, dan ramah wisatawan.
“Kebijakan ini sangat membantu, terutama bagi wisatawan dari negara tetangga yang ingin kunjungan singkat. Kita harap ini mendorong lebih banyak kunjungan ke Batam,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Batam juga terus membenahi diri—mulai dari mempercantik destinasi, membenahi infrastruktur, hingga meningkatkan kualitas layanan di lapangan.
Di setiap langkah, tersimpan asa agar Batam bukan sekadar tempat singgah, tapi destinasi yang membekas di hati siapa pun yang datang.
Karena bagi Batam, pariwisata bukan hanya tentang angka. Ia adalah tentang cerita. Tentang jejak. Dan tentang harapan yang datang bersama setiap wisatawan yang menjejakkan kaki di bumi Melayu itu.
Sumber: Antara
Editor: Bosanto








