Batamclick.com,
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru mendorong penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Negeri Pahang, Malaysia.
Komitmen untuk mempererat kolaborasi ekonomi antara dua pihak ditegaskan secara kuat dalam pertemuan bisnis bertajuk “Exploring Business Opportunities with Indonesia”, yang diselenggarakan di Kota Kuantan, Negeri Pahang, Malaysia, Senin (13/4).
KJRI Johor Bahru dalam pernyataan yang diterima ANTARA di Kuala Lumpur, Selasa, menyatakan pertemuan bisnis yang diinisiasi oleh KJRI Johor Bahru di sebuah hotel di Kuantan itu menjadi momentum penting dalam memetakan ulang peta kerja sama strategis di kawasan.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru Sigit S. Widiyanto dalam sambutannya menekankan bahwa kedekatan budaya dan historis antara Indonesia dan Pahang harus naik kelas menjadi kekuatan ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.
“Indonesia hadir bukan sekadar sebagai pasar, melainkan mitra strategis yang stabil. Kami menawarkan potensi pembangunan integrated supply chain yang saling melengkapi dengan struktur industri di Pahang,” tegas Sigit.
Senada dengan hal tersebut, Exco Investasi, Perindustrian, Sains, Teknologi dan Inovasi Negeri Pahang, Dato’ Mohamad Nizar bin Dato’ Sri Mohamad Najib, menyebut kerja sama ini sebagai langkah mitigasi strategis.
Menurut dia, di tengah ketidakpastian global, mempererat hubungan dengan tetangga yang memiliki fondasi ekonomi kuat seperti Indonesia adalah pilihan yang logis dan tepat.
Dalam kesempatan tersebut, selain memaparkan kalender pameran dagang internasional tahun 2026, KJRI Johor Bahru menyoroti dua pilar utama yang akan menjadi game changer bagi pelaku usaha di Pahang.
Pertama, Konektivitas Logistik yang menyangkut percepatan jalur feri Roll-on/Roll-off (RoRo) rute Dumai–Melaka dan Batam–Johor yang akan memangkas biaya logistik secara signifikan.
Kedua, Ketahanan Finansial terkait implementasi skema Local Currency Transaction (LCT) Indonesia–Malaysia.
Skema LCT memungkinkan transaksi menggunakan mata uang lokal (rupiah-ringgit), sehingga mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan meminimalkan risiko nilai tukar.
Sebagai tindak lanjut nyata, dalam pertemuan bisnis tersebut, kedua pihak sepakat menjajaki pembentukan Forum Bisnis Pahang-Indonesia, yang diproyeksikan menjadi platform berkelanjutan untuk business matching yang lebih terstruktur, sekaligus menjadi kanal komunikasi permanen guna mempercepat realisasi investasi dan perdagangan.
Adapun pertemuan bisnis di Kuantan mendapat dukungan penuh dari Bahagian Perancang Ekonomi Negeri Pahang (BPEN) dan dihadiri oleh entitas strategis dari kalangan asosiasi Bisnis seperti DPMM Pahang, KCCCI, Koperasi Angkasa, PASFA, MyBHA dan KOSMA.
Serta Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) Pahang, antara lain PKPP, Yayasan Pahang, PKCH, Pahang Mining Corporation, Pahang Corporation dan PSK.
KJRI Johor Bahru menyatakan dengan partisipasi luas dari sektor publik dan swasta, acara pertemuan bisnis tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada dialog, tetapi bertransformasi menjadi kontrak-kontrak bisnis yang memperkokoh ketahanan ekonomi kawasan.
Sumber, Antara









