BATAMCLICK.COM: Tujuh gedung layanan baru di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud (RSJKO EHD) Provinsi Kepulauan Riau di Tanjunguban, Kabupaten Bintan, resmi beroperasi pada Jumat (13/2/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dengan prosesi pemotongan pita sebagai tanda dimulainya pemanfaatan fasilitas baru tersebut.
Proyek Strategis Penguatan Layanan Kesehatan Jiwa
Pembangunan tujuh gedung ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional dalam rangka penguatan layanan kesehatan jiwa dan rehabilitasi ketergantungan obat.
Seluruh pembangunan dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2025 senilai Rp54,39 miliar. Realisasi fisik dan keuangan proyek ini mencapai 100 persen.
Dengan tambahan fasilitas tersebut, kapasitas layanan RSJKO EHD meningkat signifikan. Rumah sakit ini kini memiliki 295 tempat tidur dan memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama pelayanan kesehatan jiwa di Provinsi Kepulauan Riau.
Fasilitas Baru Tahap II
Tahap II pembangunan RSJKO EHD mencakup penguatan layanan melalui tujuh fasilitas baru, yaitu:
-
Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Umum dan Jiwa
-
Gedung Penunjang
-
Gedung Rawat Inap Psikogeriatri (Pria dan Wanita)
-
Gedung Rawat Inap dan Rehabilitasi Komorbiditas
-
Gedung Rawat Inap Anak/Remaja Laki-laki
-
Gedung Rawat Inap Remaja Perempuan
-
Gedung Rehabilitasi Psikososial
Selain pembangunan gedung, RSJKO EHD juga menerima delapan unit alat kesehatan utama dan lima prasarana pendukung untuk menunjang pelayanan medis.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Sunarto, dalam sambutan virtualnya menyampaikan apresiasi atas penyelesaian pembangunan dan pengadaan alat kesehatan yang tepat waktu dan tepat guna.
“RSJKO EHD diproyeksikan unggul dalam layanan kesehatan jiwa dan ketergantungan obat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa regulasi baru mengarahkan seluruh rumah sakit untuk menjadi rumah sakit umum dengan layanan unggulan sesuai kompetensi masing-masing.
Benteng Hadapi Tekanan Mental dan Penyalahgunaan Narkoba
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan jiwa menjadi agenda mendesak di tengah tekanan sosial, dinamika ekonomi, dan disrupsi digital.
“Rumah sakit ini menjadi benteng bagi masyarakat dalam menghadapi meningkatnya gangguan psikologis. Tugas kita bukan hanya mengobati, tetapi juga memperkuat upaya preventif agar masyarakat terhindar dari tekanan mental dan perilaku berisiko,” tegasnya.
Gubernur juga menyoroti tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Kepri. Ia berharap RSJKO EHD mampu menjadi garda terdepan dalam rehabilitasi ketergantungan obat.
Menutup sambutannya, Ansar menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri untuk memperkuat pencegahan narkoba, meningkatkan literasi kesehatan mental, serta memperluas layanan edukasi bagi generasi muda.
“Kesehatan masyarakat tidak hanya soal fisik. Kita harus melindungi generasi muda dari narkoba dan membangun kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Forkopimda Provinsi Kepri, para kepala daerah se-Kepri, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri M. Bisri, Kepala Disnakertrans Provinsi Kepri Dicky Wijaya, Kepala Diskominfo Provinsi Kepri Hendri Kurniadi, Direktur RSJKO Engku Haji Daud Asep Guntur Sapari, pimpinan instansi vertikal, perwakilan kawasan industri dan pariwisata di Bintan, para camat dan lurah se-Kabupaten Bintan, serta tokoh masyarakat.








