Batamclick.com,
Perum Bulog Cabang Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau menambah stok minyak goreng sebanyak 9.600 liter untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di wilayah perbatasan tersebut.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburan dikonfirmasi dari Natuna, Sabtu, mengatakan tambahan stok minyak goreng itu saat ini masih dalam perjalanan menuju Natuna melalui jalur laut dan diperkirakan tiba pada Selasa (14/7).
“Sebanyak 800 dus atau setara 9.600 liter sedang dalam perjalanan ke Natuna,” katanya.
Perum Bulog kata dia, mulai mendapat penugasan dari pemerintah sebagai penyalur minyak goreng di Natuna sejak awal Januari 2026. Minyak goreng yang disalurkan merupakan merek MinyaKita.
Produk serupa, lanjut dia, telah beredar lama di Natuna, namun dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).
Sementara minyak goreng yang disalurkan Bulog merupakan pasokan melalui skema Domestic Market Obligation (DMO).
Ia mengatakan minyak goreng tersebut akan didistribusikan melalui mitra resmi Perum Bulog dengan harga jual paling tinggi Rp15.700 per liter.
Ia menerangkan jika mengacu pada penyaluran sebelumnya, proses pendistribusian dari Gudang Bulog Natuna difokuskan di toko dan kios yang berada di Pasar Rakyat Ranai karena lokasi tersebut menjadi titik pelaksanaan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) pemerintah.
“Untuk penyaluran yang sedang berjalan dilakukan di Pasar Rakyat Ranai. Tapi untuk penyaluran setelah stok baru tersedia di gudang kami masih mempelajari, apakan ada kemungkinan untuk perluasan distribusi ke titik lain,” ujar dia.
Pencius menambahkan saat ini tercatat lebih atas 50 toko dan kios telah menjadi mitra Perum Bulog. Kios dan toko tersebar di sejumlah kecamatan termasuk di Pulau Terdepan Indonesia.
Kehadiran mitra tersebut kata dia, guna mempermudah masyarakat mengakses bahan pangan meliputi beras dan minyak goreng.
“Selain berupaya menjaga stabilitas harga beras, kami di Natuna sejak 2026 juga berupaya menjaga stabilitas harga minyak goreng,” katanya.
Sumber, Antara









