Batamclick.com,
Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan air bersih di kota itu, mulai dari pelebaran dan pembersihan drainase dan waduk.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah ‘upgrading’ drainase guna meningkatkan kapasitas aliran air.
“Upgrading drainase itu proses perbaikan dan peningkatan kapasitas saluran air untuk mencegah genangan dan memperlancar aliran. Ini langkah sementara untuk menjaga debit air tetap terkelola,” ujar Amsakar di Batam, Rabu.
Hal ini disampaikan merespon terkait curah hujan di Batam yang semakin jarang dan kondisi cuaca panas yang turut mempengaruhi penurunan debit air di waduk.
Ia menyebut saat ini terdapat 18 titik yang masuk kategori stres area atau wilayah krisis air.
“Dari 18 stres area, tahun ini baru sembilan yang bisa kami anggarkan. Tahun depan akan kita perbaiki lagi sisanya,” katanya.
Selain itu, langkah jangka pendek juga dilakukan melalui distribusi air menggunakan armada tangki.
“Kami kerahkan seluruh armada yang ada. Dengan 34 armada ini, kita pasang tandon di atas. Jadi 100 tandon per hari untuk didistribusikan ke 18 titik,” ujarnya.
Amsakar menambahkan, pemerintah juga turun langsung membersihkan waduk, termasuk mengangkat eceng gondok agar daya tampung dan serapan air tetap terjaga.
“Cuaca panas kemungkinan masih cukup panjang. Debit air makin berkurang, sehingga penting bagi kita membersihkan waduk, menjaga catchment area agar serapan air tetap baik,” katanya.
Ia berharap memasuki bulan suci Ramadhan agar tak ada lagi gangguan kebutuhan air warga. Pihaknya juga menerima usulan untuk melaksanakan shalat Istisqa di tengah musim kemarau panjang.
“Itu shalat untuk meminta hujan, jadi kalau jamaah lebih dari 40 orang mudah-mudahan turunlah hujan,” kata dia.
Sumber, Antara







