Pemprov Kepri bentuk DK3 guna perkuat perlindungan tenaga kerja

Batamclick.com,
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) membentuk Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) guna memperkuat perlindungan tenaga kerja di tengah pesatnya perkembangan sektor industri di wilayah tersebut.

Wakil Gubernur (Wagub) Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan karakteristik wilayah tersebut didominasi industri teknologi tinggi, manufaktur, minyak dan gas, serta aktivitas maritim, membuat aspek keselamatan dan kesehatan kerja menjadi kebutuhan mutlak.

“Mobilitas tenaga kerja yang tinggi dan perkembangan industri yang pesat harus diimbangi dengan sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat. Jika tidak dikelola dengan baik, potensi risiko kecelakaan kerja akan semakin besar,” kata Wagub Nyanyang usai mengukuhkan DK3 Kepri di Kota Batam, Selasa.

Ia juga menegaskan pengukuhan DK3 Kepri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk respons pemerintah terhadap tantangan keselamatan kerja modern sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Dia menjelaskan sebagai lembaga tripartit non-struktural yang melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja, DK3 memiliki peran penting dalam memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah, memetakan serta memitigasi risiko kerja, hingga meningkatkan sosialisasi dan budaya K3.

“Pemerintah membutuhkan dukungan DK3 untuk memastikan setiap kebijakan keselamatan kerja berjalan efektif dan mampu menjawab tantangan industri yang terus berkembang,” ujarnya.

Pemprov Kepri, kata Nyanyang, juga terus memperkuat pengawasan ketenagakerjaan terutama pada sektor galangan kapal dan manufaktur berat.

Selain itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal melalui pelatihan keselamatan kerja bersertifikasi internasional menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Program itu akan dijalankan melalui optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) serta kerja sama dengan sektor swasta guna mencetak tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga disiplin tinggi dalam penerapan K3.

Nyanyang melanjutkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pada triwulan I/2026, perekonomian Kepri tumbuh sebesar 7,04 persen secara year-on-year, menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan peringkat kelima secara nasional,” ungkapnya.

Wagub optimistis penerapan K3 yang baik bisa menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif. Investor akan lebih percaya untuk menanamkan modalnya sehingga lapangan kerja baru terus terbuka.

Nyanyang berharap pengurus DK3 mampu membangun sinergi lintas sektor guna menekan angka kecelakaan kerja dan menjadikan Kepri sebagai daerah percontohan nasional dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

“Jadikan keselamatan pekerja sebagai prioritas tertinggi. Dengan kolaborasi yang kuat, Kepri dapat menjadi model nasional dalam penerapan budaya keselamatan kerja,” demikian Wagub.

Sumber, Antara