Transaksi QRIS Lintas Negara Menghubungkan Kepri dengan Dunia Tanpa Penukaran Uang

Kepala KPW BI Kepri Rony Widijarto Transaksi Qris Lintas Negara
Kepala KPW BI Kepri Rony Widijarto Transaksi Qris Lintas Negara

QRIS Mendorong Wisatawan Malaysia dan Singapura Bertransaksi Lebih Mudah dan Aman di Kepri

Transaksi QRIS lintas negara semakin menjadi jembatan digital yang menghubungkan wisatawan mancanegara dengan pelaku usaha lokal di Kepulauan Riau. Tanpa perlu menukar uang atau membawa banyak tunai, para pelancong dari Malaysia dan Singapura kini bisa menikmati pengalaman berbelanja dan berwisata yang lebih praktis dan aman di Batam dan sekitarnya.

Hingga pertengahan 2025, lebih dari 5.920 transaksi QRIS tercatat berasal dari wisatawan asal Malaysia. Angka ini jauh melampaui jumlah transaksi dari wisatawan Singapura yang mencapai 1.252 pada periode yang sama. Fakta ini mencerminkan antusiasme tinggi dari pelancong negeri jiran terhadap kemudahan teknologi pembayaran digital Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengungkapkan bahwa Malaysia masih menjadi negara dengan kontribusi terbesar dalam transaksi QRIS inbound. Ia menilai capaian ini sebagai bukti nyata keberhasilan edukasi dan kepercayaan wisatawan terhadap sistem pembayaran lintas negara ini.

“Malaysia masih mendominasi transaksi ‘inbound’ dengan lebih dari 5.000 transaksi, jauh melampaui Singapura yang notabene lebih dekat. Ini jadi tantangan bagi kita untuk terus mengedukasi wisatawan Singapura bahwa QRIS lebih efisien daripada menukar uang tunai,” ujar Rony di Batam, Selasa (8/7/2025).

Tak hanya mudah, penggunaan QRIS lintas negara juga sangat efisien. Wisatawan dapat membayar langsung dalam mata uang negaranya masing-masing, sementara para pedagang lokal tetap menerima pembayaran dalam rupiah. Proses konversi berlangsung otomatis, cepat, dan aman.

“QRIS sekarang bukan hanya soal domestik. Dengan ‘QRIS cross-border’, wisatawan Malaysia dan Singapura bisa bertransaksi langsung di Batam atau Kepri tanpa perlu repot menukar mata uang atau terkena biaya tambahan,” tegas Rony.

Bank Indonesia Kepri terus mendorong adopsi QRIS lintas negara di sektor perdagangan dan pariwisata. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang menerima QRIS, pengalaman wisata di Kepri menjadi lebih ramah dan terintegrasi secara digital.

“Pedagang lokal tidak perlu khawatir, karena pembayaran langsung dikonversi ke rupiah secara otomatis. Ini membuat proses lebih praktis dan aman, baik bagi ‘merchant’ maupun wisatawan,” tambahnya.

Catatan BI Kepri menunjukkan volume penggunaan QRIS inbound dari Thailand sejak Agustus 2023 hingga April 2025 mencapai 852 transaksi senilai Rp45,45 juta. Sedangkan untuk Malaysia tercatat 54.250 transaksi dengan nilai Rp15,29 miliar, dan dari Singapura 10.759 transaksi dengan nilai Rp3,69 miliar.

Data ini menegaskan bahwa QRIS lintas negara bukan sekadar inovasi, tetapi telah menjadi bagian dari kebiasaan baru wisatawan asing saat bertransaksi di Kepri. Sistem ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga mempererat konektivitas digital antarnegara di kawasan Asia Tenggara.