Batamclick.com,
Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga saat ini belum mempengaruhi harga komoditas pangan di daerah itu.
“Untuk bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Agam belum ada pengaruhnya dengan pelemahan rupiah secara langsung,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Budi Perwira Negara didampingi Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Donfri Edward di Lubuk Basung, Senin.
Dia mengatakan saat ini harga kebutuhan pokok masih stabil di sejumlah pasar tradisional.
Untuk harga kebutuhan yang naik sebelumnya hanya cabai merah, tetapi hubungan dengan pelemahan rupiah tidak ada.
Namun barang yang naik berkemungkinan barang yang diimpor seperti, pupuk non subsidi, oli kendaraan, bahan bangunan dan lainnya.
“Harga bahan ini kemungkinan naik, karena terjadi peningkatan biaya produksi,” katanya.
Ia menambahkan kemungkinan harga kebutuhan pokok tersebut bisa saja bakal terjadi kenaikan di masa yang akan datang, akibat biaya produksi cukup tinggi.
Menurut dia, minyakkita mungkin akan ada perubahan harga, karena pengaruh biaya produksi, dan penyaluran minyakkita dari Bulog kurang, sehingga membuat harga minyak tidak stabil.
Sebelumnya minyakkita harganya cukup murah dengan harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter, namun persediaan kurang untuk didistribusikan ke masyarakat.
“Minyak goreng tidak stabil harganya dan untuk minyak curah di pasaran seharga 20 ribu rupiah untuk harga eceran,” katanya.
Dengan kondisi itu, Pemkab Agam bakal melakukan upaya dengan mengadakan pasar murah maupun bazar untuk beberapa jenis komoditi dan menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
“Kita terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan Kementerian Perdagangan terkait usaha yang bisa dilakukan,” katanya.
Sumber, Antara









