Galang jadi pusat kesehatan korban perang Gaza atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah Indonesia berencana memberikan pengobatan bagi sekitar 2.000 warga Gaza yang menderita luka akibat konflik berkepanjangan dengan Israel. Layanan medis itu akan berpusat di Pulau Galang, Kepulauan Riau, yang sebelumnya pernah berperan penting dalam penanganan pandemi COVID-19.
Pulau Galang, Lokasi Strategis untuk Misi Kemanusiaan
Presiden Prabowo meminta agar Indonesia tidak hanya bersuara dalam isu kemanusiaan, tetapi juga bertindak nyata. Oleh sebab itu, ia menunjuk Pulau Galang sebagai lokasi ideal untuk menangani korban luka dari Gaza. Pulau ini memiliki fasilitas kesehatan lengkap, termasuk rumah sakit dan akomodasi pendamping pasien.
“Presiden memberikan arahan agar Indonesia memberikan bantuan pengobatan untuk sekitar 2.000 warga Gaza. Mereka yang luka-luka karena bom, reruntuhan, dan sebagainya akan dirawat di sana,” ujar Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, saat ditemui di Jakarta, Kamis.
Perawatan Sementara, Bukan Pemindahan Warga
Hasan menegaskan bahwa program ini tidak bertujuan untuk memindahkan warga Gaza ke Indonesia secara permanen. Sebaliknya, Pulau Galang akan menjadi tempat pemulihan sementara sebelum para pasien kembali ke tanah air mereka.
“Setelah sembuh, mereka akan kembali ke Gaza. Ini bukan evakuasi untuk relokasi, tapi bentuk nyata operasi kemanusiaan,” tegas Hasan.
Pulau Galang juga dipilih karena letaknya terpisah dari pemukiman padat penduduk, sehingga cocok untuk menjalankan misi medis berskala besar tanpa mengganggu aktivitas warga lokal.
Korban Luka, Anak Yatim, dan Trauma Berat Jadi Prioritas
Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengevakuasi warga sipil Gaza, terutama mereka yang mengalami luka berat, anak-anak yatim piatu, dan para korban trauma psikologis akibat agresi militer Israel.
“Kami siap kirim pesawat untuk mengangkut mereka. Sekitar 1.000 orang akan kami terima dalam gelombang pertama,” ujar Prabowo sebelum berangkat ke Uni Emirat Arab pada Rabu, 9 April lalu.
Kementerian Pertahanan dan Luar Negeri Siapkan Mekanisme Pelayanan
Dalam melaksanakan misi kemanusiaan ini, Presiden Prabowo menginstruksikan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri untuk menyusun sistem dan prosedur teknis yang mendukung. Kedua lembaga ini akan bertanggung jawab terhadap kelancaran pengobatan, evakuasi, dan koordinasi logistik.
Persiapan tersebut meliputi pengadaan peralatan medis, pengaturan transportasi udara dari Gaza ke Galang, serta pelatihan petugas medis dan pendamping. Semua proses ini akan berlangsung secara ketat dan terorganisir demi menjamin keselamatan dan kenyamanan korban selama masa perawatan.
Bentuk Nyata Solidaritas Indonesia untuk Palestina
Langkah ini menunjukkan konsistensi posisi Indonesia dalam membela hak kemanusiaan rakyat Palestina. Dengan menjadikan Galang sebagai pusat kesehatan korban perang Gaza, pemerintah ingin memastikan bahwa bantuan tidak sebatas simbolik, melainkan benar-benar memberi dampak langsung pada kehidupan mereka yang menderita.
Program ini juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang tidak hanya bersimpati, tetapi juga siap mengambil tanggung jawab nyata dalam isu global yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan.
Penutup: Galang Siap Menjadi Harapan Baru
Pulau Galang kini bersiap membuka lembaran baru sebagai pusat harapan dan pemulihan. Dari lokasi yang pernah menjadi saksi pandemi global, kini Galang akan menjelma menjadi tempat pemulihan luka—bukan hanya fisik, tetapi juga batin—bagi saudara-saudara kita di Gaza.








