Batamclick.com,
Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) membentuk Kelurahan Siaga Tuberkulosis (Tb) di 64 kelurahan untuk mempercepat upaya penanganan penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan pembentukan Kelurahan Siaga Tb bertujuan memperkuat peran masyarakat dalam mendukung program eliminasi Tb di tingkat wilayah.
“Tugas Kelurahan Siaga Tb di antaranya menggerakkan masyarakat seperti RT, RW, kader, dan tokoh masyarakat untuk mendukung penanggulangan Tb. Jadi mereka akan masuk dari upaya pencegahan, penemuan kasus, hingga mendukung proses pengobatan hingga tuntas,” ujarnya saat dihubungi di Batam, Sabtu.
Selain itu, kelurahan juga berperan dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait gejala Tb, cara penularan, serta pentingnya menjalani pengobatan hingga selesai.
“Misal, jika ada warga yang sudah batuk-batuk selama dua minggu atau lebih, agar mereka periksa diri ke puskesmas (pusat kesehatan masyarakat). Lalu, Kelurahan Siaga ini juga mendukung proses investigasi kontak terhadap anggota keluarga dan orang rumah, agar tidak ada penularan lebih lanjut,” kata dia.
Didi menambahkan, kelurahan juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga sembuh serta mengurangi stigma masyarakat terhadap penderita Tb.
“Kelurahan menjadi penggerak masyarakat dan pendukung program Tb di tingkat wilayah, sementara pelayanan medis tetap dilakukan oleh puskesmas,” kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah mengatakan langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan Tb sekaligus menindaklanjuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Rapat ini merupakan rencana percepatan penanganan Tb di Kota Batam sekaligus tindak lanjut atas hasil audit BPK terkait pola penanganan Tb yang selama ini dilakukan,” kata Firmansyah.
Sebelumnya, pihak BPK memberi rekomendasi kepada Pemkot Batam untuk membuat Rencana Aksi Daerah dalam bentuk Peraturan Wali Kota, untuk penanggulangan Tb.
“Kami berharap Dinas Kesehatan dapat menindaklanjuti rekomendasi tersebut dengan baik. Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan juga sangat diperlukan agar upaya penanggulangan Tb berjalan maksimal,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 4.650 warga Batam terpapar Tb.
Maka dari itu, Pemkot Batqm menargetkan angka tersebut dapat menurun pada 2026 melalui penguatan program Kelurahan Siaga.
Sumber, Antara








