Batamclick.com,
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis berpotensi melanjutkan pelemahan seiring terbebani oleh kombinasi sentimen dari tingkat global dan domestik.
IHSG dibuka melemah 7,60 poin atau 0,13 persen ke posisi 5.865,77. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,77 poin atau 0,30 persen ke posisi 581,11.
“IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.800-5,745 pada perdagangan Kamis,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari mancanegara, premi risiko geopolitik menjadi fokus perhatian pasar, setelah serangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta peringatan keras Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.
Trump mengatakan gencatan senjata telah berakhir, dan AS melancarkan serangan terhadap Iran serta mencabut izin yang memungkinkan Iran untuk menjual minyak mentah.
Trump mengancam akan melakukan pengeboman terhadap Iran pada hari kedua, dan memberlakukan kembali blokade angkatan laut AS sebagai balasan atas serangan terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
Harga minyak mentah global menguat seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.
Sementara itu, risalah rapat The Fed Fed menunjukkan perdebatan yang terbagi rata mengenai prospek kebijakan moneter.
Sebagian peserta setuju pada skenario inflasi akan kembali mendekati target 2 persen dengan sendirinya, dan sebagian peserta melihat situasi inflasi akan tetap tinggi karena permintaan yang kuat terkait kecerdasan buatan (AI), konflik di Timur Tengah, atau dampak tarif.
Harga emas spot melemah, setelah dirilisnya FOMC minutes serta akibat kenaikan harga minyak dan inflasi, setelah Presiden Trump mengatakan kesepakatan sementara yang bertujuan mengakhiri konflik dengan Iran telah berakhir.
Dari dalam negeri, S&P Dow Jones Indices mengumumkan hasil evaluasi, yang menempatkan Indonesia dalam status pemantauan sehingga berpotensi diturunkan dari kelompok emerging market menjadi frontier market.
Seiring dengan itu, BEI berencana menggelar pertemuan dengan S&P Dow Jones Indices menyusul keputusan penyedia indeks global tersebut memasukkan Indonesia ke dalam watchlist evaluasi klasifikasi pasar.
Sementara itu, Kemenkeu telah menargetkan dana investor asing yang akan masuk ke dalam Pusat Financial Internasional Indonesia (PFII) sekitar Rp300 triliun hingga Rp500 triliun.
Dengan adanya peringatan beberapa lembaga internasional terhadap investasi di pasar modal Indonesia, telah menimbulkan capital outflow karena berkurangnya kepercayaan investor asing.
Survei Konsumen Bank Indonesia (BAi) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen turun pada level 117,8 di Juni 2026 dari level 120,9 di Mei 2026, yang level terendah sejak September 2025.
Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing berada pada level 109.2 dan 126.4 di Juni 2026, turun dari level 112.2 dan 129.7 di Mei 2026.
Meskipun demikian, indeks masih berada pada level optimis di atas level 100, yang menunjukkan kepercayaan konsumen tetap positif meskipun mengalami penurunan. Selanjutnya investor akan menantikan data penjualan ritel dan sepeda motor.
Pada perdagangan Rabu (8/7) kemarin, bursa Eropa melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 1,79 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 1,66 persen, indeks DAX Jerman melemah 2,23 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 2,18 persen.
Bursa AS Wall Street juga melemah pada Rabu (8/7), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,09 persen, indeks S&P 500 melemah 0,28 persen, sementara indeks Nasdaq Composite menguat 0,27 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 1,94 persen ke 68.115,00, indeks Shanghai melemah 0,36 persen ke 3.955,00, indeks Kospi menguat 0,25 persen ke 7.264,76, sementara indeks Strait Times menguat 0,78 persen ke 5.410,90.
Sumber, Antara









