Sekolah Rakyat Natuna mulai membuka lembaran baru dalam dunia pendidikan dengan memanfaatkan televisi pintar atau smart TV sebagai media pembelajaran di ruang kelas. Langkah ini menandai komitmen Sekolah Rakyat (SR) 32 Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dalam memperkuat program digitalisasi pendidikan secara bertahap dan terarah.
Pemanfaatan perangkat digital tersebut mulai berjalan setelah seluruh peralatan selesai dirakit dan dinyatakan siap digunakan.
Smart TV Hadir, Pembelajaran Jadi Lebih Hidup
Kepala Sekolah Rakyat 32 Natuna, Bumi, menjelaskan bahwa pihak sekolah baru mulai menggunakan smart TV dalam kegiatan belajar mengajar pada Selasa, setelah seluruh perangkat tiba dan terpasang dengan baik.
“Penggunaannya baru kami mulai hari ini karena peralatannya juga baru datang dan baru selesai dirakit,” ujar Bumi saat dikonfirmasi dari Natuna.
Kehadiran smart TV di ruang kelas memberikan warna baru dalam proses pembelajaran, terutama karena guru kini dapat menyampaikan materi secara visual dan interaktif.
Materi Visual Tingkatkan Minat dan Keaktifan Siswa
Melalui perangkat tersebut, para guru dapat menampilkan video pembelajaran, animasi edukatif, hingga berbagai konten digital yang relevan dengan materi pelajaran. Dengan demikian, siswa dapat lebih mudah memahami materi sekaligus terdorong untuk lebih aktif selama proses belajar berlangsung.
Selain itu, penggunaan teknologi digital juga membuka akses siswa terhadap sumber belajar global secara real-time, sehingga wawasan mereka dapat berkembang seiring dengan kemajuan zaman.
Bantuan Pemerintah Perkuat Sarana Pendidikan
Bumi menyebutkan bahwa Sekolah Rakyat Natuna menerima total empat unit smart TV dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Selain itu, sekolah juga menerima bantuan berupa laptop untuk menunjang kegiatan pembelajaran siswa.
Seluruh bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah, khususnya bagi Sekolah Rakyat.
Pengawasan Ketat untuk Penggunaan Perangkat
Pihak sekolah memastikan penggunaan perangkat digital tetap berada dalam koridor pembelajaran. Sekolah menerapkan pengawasan ketat agar siswa hanya menggunakan laptop dan smart TV untuk kegiatan belajar.
“Kami awasi penggunaannya. Anak-anak hanya boleh menggunakan laptop saat kegiatan belajar,” kata Bumi.
Dengan dukungan sarana digital ini, Sekolah Rakyat Natuna berharap dapat mencetak generasi yang lebih siap menghadapi tantangan era digital. Namun tentu tanpa meninggalkan nilai disiplin dan tanggung jawab.








