Kabar Gembira… Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tertinggi Ketiga Se-Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan III-2025 tumbuh 7,48 persen, tertinggi di Sumatera dan ketiga nasional.
Pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan III-2025 tumbuh 7,48 persen, tertinggi di Sumatera dan ketiga nasional.

Juara Sumatera

BATAMCLICK.COM: Semangat optimisme kembali menyelimuti Kepulauan Riau. Angin segar ekonomi kembali berhembus dari gugusan pulau di ujung barat Indonesia itu. Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan III tahun 2025 mencatat sejarah baru—menjadi yang tertinggi pertama di Sumatera dan peringkat ketiga di tingkat nasional.

Kabar membanggakan itu datang dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Margaretha Ari Anggorowati. Dalam konferensi pers di Tanjungpinang, Rabu (5/11/2025). Menurutnya, ekonomi Kepri tumbuh 7,48 persen year on year (yoy). hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,01 persen.

“Dari sepuluh provinsi di Sumatera, Kepri menempati posisi pertama. Selanjutnya Sumatera Selatan dengan 5,20 persen dan Lampung 5,04 persen. Secara nasional, Maluku Utara tertinggi dengan 39,1 persen, Sulawesi Tengah di posisi kedua 7,95 persen, dan Kepri di posisi ketiga dengan 7,48 persen,” jelas Margaretha dengan nada optimis.

Mesin Pertumbuhan: Industri, Konstruksi, dan Pertambangan

Pertumbuhan pesat itu tak lepas dari kontribusi sektor-sektor strategis. Berdasarkan data BPS, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp94,59 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) menyentuh Rp55,68 triliun.

Margaretha menjelaskan, struktur ekonomi Kepri masih bertumpu oleh sektor industri pengolahan yang berkontribusi 40,54 persen. Selnjutnya sektor konstruksi sebesar 19,70 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 11,06 persen.

“Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi motor utama dengan andil pertumbuhan 2,80 persen,” paparnya.

Sementara itu, pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kepri juga digerakkan oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang berkontribusi 3,75 persen, serta net ekspor dengan andil 2,46 persen.

“Dari sisi produksi, pertambangan dan penggalian menyumbang pertumbuhan terbesar sebesar 1,30 persen,” tambah Margaretha.

Aktivitas Ekonomi Meningkat, Mobilitas Masyarakat Menggeliat

Tidak hanya dari sektor industri, geliat ekonomi Kepri juga terlihat dari aktivitas perdagangan dan mobilitas masyarakat. BPS mencatat adanya peningkatan arus barang dan jasa yang signifikan.

“Peningkatan penjualan kendaraan bermotor baru, peningkatan kinerja peti kemas di Pelabuhan Batam, hingga penambahan rute direct call Batam–Myanmar turut memperkuat aktivitas ekonomi triwulan III,” ungkap Margaretha.

Selain itu, produksi minyak bumi, penjualan listrik, dan pengadaan semen juga tumbuh positif. Sementara di sisi pariwisata, mobilitas masyarakat naik 7,51 persen (yoy) yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah penumpang angkutan laut. Bahkan, wisatawan mancanegara yang datang ke Kepri juga naik 0,08 persen secara kuartalan (qtq).

Dorongan Fiskal dari APBN dan APBD

Tak hanya sektor riil, kinerja fiskal pemerintah turut memperkuat daya dorong ekonomi daerah. Realisasi APBN triwulan III-2025 untuk belanja barang dan jasa naik 16,97 persen.

Sementara itu, APBD Kepri juga menunjukkan tren positif. “Belanja pegawai naik 2,61 persen, belanja bantuan sosial melonjak 85,76 persen, dan belanja modal naik hingga 90,13 persen (qtq),” tutur Margaretha.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah berhasil menjaga stabilitas ekonomi Kepri di tengah tantangan global. “Secara keseluruhan, aktivitas produksi yang kuat dan peningkatan mobilitas masyarakat menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Kepri yang terjaga hingga triwulan ketiga tahun ini,” tutupnya.