Gubernur Kepri soroti ruko-ruko di jalur utama Bandara RHF yang kotor dan tak terawat. Ia ajak pemilik properti bangun kesadaran kolektif demi wajah kota yang bersih, sehat, dan beradab.
Gubernur Ansar Marah Pengusaha karena melihat banyak pemilik ruko di kawasan strategis Tanjungpinang yang tak peduli pada kebersihan lingkungan sekitar. Kekesalan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, memuncak ketika meninjau langsung kondisi sepanjang jalan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Jumat siang itu.
Di sepanjang jalur utama pintu masuk ke Kota Gurindam tersebut, Ansar menyaksikan rumput liar menjulang setinggi bahu orang dewasa. Tak hanya itu, saluran air dan got terlihat penuh lumpur dan sampah yang mengendap akibat pemilik usaha tak pernah membersihkannya.
Wajah Kota Tak Hanya Dibentuk Beton, Tapi Juga Kesadaran Warganya
Ansar mengungkapkan kekecewaannya karena pemerintah telah merevitalisasi daerah tersebut dengan menggunakan anggaran daerah justru pemilik usaha membuatnya kotor kembali. Menurutnya, keindahan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga cerminan budaya masyarakatnya.
“Saya sangat menyayangkan kalau daerah yang sudah kita bangun rapi dan modern, tapi malah dibiarkan kumuh. Ini bukan cuma soal estetika, tapi juga menyangkut budaya hidup bersih dan sehat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur seharusnya bersamaan dengan kesadaran kolektif untuk menjaga dan merawat. Jalanan yang bersih, lingkungan yang tertata, dan saluran air yang mengalir lancar adalah wujud kota yang sehat secara fisik dan mental.
Ajak Pemilik Ruko Turun Tangan: Potong Rumput, Bersihkan Got, Jangan Buang Sampah Sembarangan
Karena itu, Ansar mengajak seluruh pemilik ruko, toko, dan bangunan komersial lainnya yang berdiri di sepanjang koridor vital seperti jalan Bandara RHF untuk turun tangan langsung menjaga kebersihan lingkungan.
“Potong rumput yang sudah tinggi, bersihkan got dan selokan. Jangan tunggu pemerintah datang bersih-bersih. Ini tanggung jawab bersama,” katanya dengan nada serius.
Lebih lanjut, Gubernur meminta agar pemilik usaha tak hanya fokus pada profit, tetapi juga menyisihkan waktu dan tenaga untuk ikut merawat wajah kota. Terlebih, jalur ini menjadi akses utama wisatawan dan tamu penting yang datang ke Kepri.
Gotong Royong Jadi Solusi, Bukan Hanya Kritik
Sebagai bentuk kepemimpinan yang memberi contoh, Ansar bahkan menggerakkan jajaran Pemprov Kepri untuk ikut turun tangan melakukan gotong royong di sepanjang jalan tersebut.
“Kalau kita semua ambil bagian, saya yakin Tanjungpinang bisa tampil bersih, nyaman, dan enak dipandang. Ini juga bagian dari citra Kepri di mata luar,” tuturnya.
Gotong royong ini, menurutnya, bukan hanya kegiatan fisik, melainkan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap langkah ini memicu kesadaran baru bagi para pengusaha untuk lebih peduli terhadap lingkungan.









