BATAMCLICK.COM: Persoalan sampah di Batam kian mendesak untuk ditangani. Setiap hari, kota industri dan perdagangan ini menghasilkan 850 hingga 1.300 ton sampah rumah tangga. Beban tersebut tentu tidak ringan, sehingga Pemerintah Kota Batam terus mencari solusi agar pengelolaan berjalan lebih optimal.
Walikota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Salah satu langkah besar adalah membentuk empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah baru. Setiap UPT diberi tanggung jawab mengelola sampah di tiga kecamatan sekaligus, sehingga penanganan lebih merata.
“Kami sudah datangkan satu bulldozer, 14 unit arm roll, 40 bin container, dan melalui APBD perubahan ditambah lagi satu bulldozer serta 80 bin container. Ini ikhtiar kami menyelesaikan persoalan sampah di Batam,” ujar Amsakar dalam kegiatan Silaturahmi Pemerintah kota Batam bersama Insan Pers, Rabu (3/9/2025) di Kantor Walikota Batam.
Insinerator untuk Ringankan Beban TPS
Selain pembentukan UPT, Pemkot Batam juga menyiapkan pembangunan tiga insinerator di lokasi berbeda. Fasilitas ini dirancang untuk membakar sampah rumah tangga sehingga beban Tempat Penampungan Sementara (TPS) bisa berkurang sebelum diangkut ke tahap berikutnya.
“Kemarin saya tanya informasi terbaru, sudah ada tiga calon lokasi,” jelas Amsakar.
Bahkan, menurutnya, ada pengusaha yang ikut membangun insinerator dengan target penyelesaian satu bulan ke depan. Pembangunan dilakukan sesuai standar agar lebih efektif mengurangi volume sampah.
Libatkan Koperasi dan Tingkatkan PAD
Pengelolaan sampah di Batam tidak hanya mengandalkan pemerintah. Pemkot juga melibatkan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih, dalam program pengelolaan sampah. Selain itu, optimalisasi retribusi sampah terus dilakukan agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dan bisa mendukung layanan kebersihan.
Peran Masyarakat Jadi Penentu
Namun, Amsakar menekankan bahwa urusan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pengelolaan sampah di Batam.
“Setiap orang di Batam rata-rata menghasilkan satu kilogram sampah per hari. Kalau totalnya, bisa 850 hingga 1.300 ton per hari. Jadi tidak mungkin hanya pemerintah yang bekerja. Yang paling penting adalah menumbuhkan kesadaran kolektif agar persoalan ini bisa selesai,” tegasnya.








