Angka kunjungan wisata Kepulauan Riau anjlok, tetapi bukan berarti harapan sirna. Seorang pelaku usaha kuliner di Batam berbagi pemikiran cerdas tentang cara meningkatkan pariwisata Kepri. Artikel ini mengulas strategi inovatif yang berfokus pada kolaborasi, penataan kota, dan promosi kreatif untuk mengembalikan kejayaan pariwisata di wilayah ini.
BATAMCLICK.COM: Angka kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan penurunan signifikan, data dari BPS Kepri, penurunan tersebut mencapai 26 persen lebih, pada Juli 2025. Fakta ini tentu memprihatinkan, namun semangat untuk bangkit tetap membara. Hendrik, seorang pelaku usaha kuliner, menyumbangkan buah pikirannya tentang cara meningkatkan pariwisata Kepri. Ia meyakini, dengan strategi yang tepat, pesona Batam dan Kepri akan kembali bersinar.
Membenahi Batam, Memikat Wisatawan
Bagi Hendrik, pariwisata dimulai dari kesan pertama. Oleh karena itu, Batam harus ditata lebih rapi. Ia menekankan perlunya menciptakan kesan aman, nyaman, dan bersih bagi setiap pengunjung. Salah satu langkah konkretnya adalah membersihkan area-area kumuh dan penertiban pedagang kaki lima di pinggir jalan, terutama di jalur menuju Jembatan Barelang. Hal ini bertujuan untuk membuat pemandangan lebih enak dipandang mata.
Hendrik juga mendorong pembangunan wahana kelas dunia. Ia mengusulkan agar pemerintah bekerja sama dengan pengusaha lokal untuk menciptakan tempat rekreasi setara dengan yang ada di Singapura. Mengingat banyaknya lahan kosong di Batam, pembangunan ecopark seperti di Jakarta bisa menjadi alternatif menarik.
Kolaborasi sebagai Kunci Sukses

Menurut Hendrik, langkah strategis ini tidak hanya memerlukan modal besar, tetapi juga kreativitas dan kolaborasi. Ia mengusulkan Kepala Dinas Pariwisata Kepri untuk menggandeng para pemuda dan komunitas penggerak wisata.
“Jalankan program bersama mereka,” usulnya. Dengan pendekatan yang tepat kepada pihak swasta, seperti pelaku travel, perhotelan, dan rental mobil, pemerintah bisa membangun Batam sebagai destinasi wisata unggulan tanpa harus mengeluarkan banyak dana.
Hendrik mengajak semua pihak untuk bekerja sama. “Ajak mereka membangun Batam jadi kota tujuan wisata,” ajaknya. Dengan bersinergi, pelaku usaha dan pemerintah dapat menciptakan promosi yang efektif. Ia bahkan sudah memikirkan sebuah slogan: “Batam Exotic City.”
Bangkit Bersama

Gagasan-gagasan Hendrik menunjukkan bahwa solusi untuk meningkatkan pariwisata Kepri sebenarnya ada di tangan kita sendiri. Dengan penataan kota yang serius dan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pemuda, komunitas, dan pelaku usaha, Kepri bisa kembali menjadi magnet bagi wisatawan. Hal ini membuktikan bahwa semangat untuk bangkit bisa datang dari mana saja, bahkan dari sektor kuliner, yang menjadi bagian penting dari pengalaman wisata.









