Kunjungan Wisatawan ke Batam Terus Tumbuh, Optimisme Pariwisata Menguat di 2026

Kunjungan wisatawan ke Batam terus meningkat sepanjang 2025. Data BPS mencatat lebih dari 1,29 juta wisman hingga Oktober.
Kunjungan wisatawan ke Batam terus meningkat sepanjang 2025. Data BPS mencatat lebih dari 1,29 juta wisman hingga Oktober.

Gerbang Wisata Internasional Kembali Bergeliat

Kunjungan Wisatawan ke Batam menunjukkan tren yang semakin menggembirakan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sejak Januari hingga Oktober 2025 telah mencapai 1.290.010 kunjungan. Capaian ini memperkuat optimisme Pemerintah Kota Batam untuk menembus target 1,5 juta kunjungan hingga akhir tahun.

Angka tersebut sekaligus menegaskan posisi Batam sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Data BPS Perkuat Tren Positif

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyebut data BPS sebagai sinyal kuat pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata Batam.

Ia menjelaskan bahwa konsistensi arus kunjungan menjadi indikator penting bagi keberlanjutan industri pariwisata daerah.

Pergerakan Wisman Bulanan

BPS mencatat kunjungan wisman tersebar relatif merata sepanjang tahun, dengan lonjakan signifikan terjadi pada Mei hingga Agustus 2025. Pada Oktober 2025, kunjungan mencapai 139.443 orang, meski turun tipis dibandingkan September, namun tetap menunjukkan tren tahunan yang positif.

Singapura Masih Mendominasi

Berdasarkan asal negara, Singapura masih menjadi penyumbang terbesar wisman ke Batam dengan kontribusi 48,11 persen. Malaysia menyusul dengan 26,01 persen, kemudian Cina, India, dan Filipina.

Hotel dan Ekonomi Ikut Bergerak

Seiring meningkatnya kunjungan, Tingkat Penghunian Kamar hotel berbintang di Batam pada Oktober 2025 mencapai 53,45 persen. Rata-rata lama menginap wisatawan juga berada di angka 1,96 malam.

Penguatan Atraksi dan Layanan

Ardiwinata menegaskan bahwa Pemko Batam bersama pelaku industri pariwisata terus memperkuat kualitas layanan, atraksi wisata, serta agenda seni dan budaya agar minat wisatawan tetap terjaga dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.***