Kadin Kepri Gerak Cepat Benahi Pariwisata, Soroti Travel Ilegal hingga Harga Tiket Ferry Internasional

Kadin Kepri mulai bergerak membenahi sektor pariwisata dengan mengumpulkan asosiasi wisata. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari travel ilegal, mahalnya tiket ferry internasional, hingga usulan Visa on Arrival di seluruh pintu masuk Kepri.
Kadin Kepri mulai bergerak membenahi sektor pariwisata dengan mengumpulkan asosiasi wisata. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari travel ilegal, mahalnya tiket ferry internasional, hingga usulan Visa on Arrival di seluruh pintu masuk Kepri.

BATAMCLICK.COM: Sektor pariwisata terus menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Provinsi Kepulauan Riau. Industri ini tidak hanya menggerakkan sektor perhotelan, tetapi juga memberi dampak luas terhadap transportasi darat, laut, dan udara, usaha kuliner, UMKM, industri cendera mata, jasa hiburan, hingga berbagai sektor pendukung lainnya.

Besarnya kontribusi tersebut menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor strategis yang berperan dalam meningkatkan devisa negara sekaligus Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Saat ini, Kepulauan Riau tercatat sebagai provinsi dengan kontribusi kunjungan wisatawan mancanegara terbesar ketiga di Indonesia. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus mendorong pengembangan pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat maupun daerah, pembangunan sektor pariwisata juga diarahkan pada peningkatan kualitas destinasi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan infrastruktur dan aksesibilitas demi memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.

Kadin Kepri Langsung Bergerak Setelah Pengukuhan

Melihat besarnya potensi tersebut, jajaran Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau yang baru dikukuhkan langsung bergerak cepat.

Setelah resmi dilantik Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, pada 16 Juni 2026 di Aula Kantor Gubernur Kepulauan Riau, kepengurusan di bawah Ketua Umum Ir. Mustava, ST, MM mulai menyusun langkah konkret untuk memperkuat sektor pariwisata.

Sebagai tindak lanjut, Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata Kadin Kepri, Edi R. Surbakti, menggelar pertemuan bersama seluruh asosiasi pariwisata di Kepulauan Riau di Graha Kadin Kepri, Rabu (8/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi awal guna menyerap berbagai aspirasi pelaku industri sekaligus merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan daya saing pariwisata Kepri.

“Kadin sebagai rumah besar dunia usaha harus hadir dan memberikan perhatian terhadap perkembangan sektor pariwisata di Kepulauan Riau,” ujar Edi Surbakti usai memimpin rapat.

Target Hadirkan Pengalaman Wisata yang Berkesan

Edi mengatakan, Kadin Kepri ingin mendorong terciptanya ekosistem pariwisata yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Menurutnya, pengalaman wisata harus dimulai sejak wisatawan berangkat dari daerah asal, tiba di Kepulauan Riau, menikmati berbagai destinasi, menginap, berbelanja, hingga kembali pulang dengan membawa kesan positif.

“Kami ingin pariwisata Kepri terus berkembang secara berkelanjutan dan mampu memberikan pengalaman terbaik kepada wisatawan. Ketika mereka pulang, yang mereka bawa bukan hanya oleh-oleh, tetapi juga kenangan indah tentang Kepulauan Riau,” katanya.

Ia menambahkan, sektor pariwisata memiliki efek berganda yang sangat besar terhadap perekonomian daerah karena mampu menghidupkan banyak sektor usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

“Pariwisata harus mampu memberikan dampak ekonomi yang luas. Karena itu seluruh pemangku kepentingan harus bersama-sama menjaga dan mengembangkannya,” tambahnya.

Travel Ilegal hingga Tiket Ferry Mahal Jadi Sorotan

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun produktif tersebut dihadiri jajaran pengurus Kadin Kepri, asosiasi pariwisata, serta pelaku industri wisata.

Beberapa organisasi yang hadir di antaranya ASITA, ASPPI, ASTINDO, IPI, PUTRI, serta berbagai pelaku usaha dan pemerhati pariwisata.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah persoalan strategis yang selama ini menjadi perhatian pelaku industri mengemuka.

Salah satunya adalah maraknya agen perjalanan wisata yang beroperasi tanpa izin atau secara freelance sehingga dinilai berpotensi menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dan merugikan konsumen.

Selain itu, peserta rapat juga menyoroti perlunya penataan sistem layanan drop off dan pick up wisatawan di bandara maupun pelabuhan internasional dan domestik agar lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah masih tingginya harga tiket ferry internasional yang dinilai memengaruhi daya saing pariwisata Kepulauan Riau dibandingkan negara tetangga.

Pelaku usaha juga mengusulkan agar seluruh pintu masuk internasional di Kepulauan Riau dilengkapi fasilitas Visa on Arrival (VoA) maupun skema bebas visa untuk negara-negara tertentu guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Tak hanya itu, forum juga mendorong revitalisasi sekaligus pembentukan Badan Pariwisata Provinsi serta Badan Pariwisata di setiap kabupaten dan kota sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri.

Pengurus Bidang Pariwisata Kadin Kepri

Dalam kepengurusan Kadin Kepulauan Riau periode terbaru, sektor pariwisata diperkuat oleh sejumlah pelaku usaha yang telah lama berkecimpung di industri tersebut, yaitu:

  • Edi R. Surbakti – Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata.
  • Enly Yunaeni, S.E., M.M. – Ketua Komite Tetap Bidang MICE.
  • Mariati Gea, S.E., CHT – Ketua Komite Tetap Bidang Hotel dan Restoran.
  • Andi Xie – Ketua Komite Tetap Bidang Perjalanan Wisata Inbound.
  • Doly Hasibuan – Ketua Komite Tetap Bidang Perjalanan Wisata Outbound.
  • Sapril Sembiring – Ketua Komite Tetap Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata.
  • Segara Arif Laksamana – Ketua Komite Tetap Bidang Pramuwisata.

Melalui sinergi antara Kadin, asosiasi pariwisata, pelaku usaha, dan pemerintah, diharapkan berbagai tantangan yang dihadapi sektor pariwisata Kepulauan Riau dapat diatasi sehingga provinsi ini semakin kompetitif sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia.