Penyuluh KB Samarinda kawal MBG untuk cegah stunting balita

Batamclick.com,
Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencegah stunting pada balita.

“Kami terus memantau Program MBG agar nutrisi balita berisiko stunting terpenuhi dengan baik,” kata PKB Ahli Madya Kota Samarinda Banne Buntu di Samarinda, Sabtu.

Banne menjelaskan integrasi antara edukasi pola asuh dan distribusi makanan gratis sangat penting bagi keluarga sasaran.

Para kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) bertugas untuk memastikan makanan bergizi tersebut benar-benar dikonsumsi oleh anak-anak.

Kolaborasi pengawasan ini dinilai dia sangat penting untuk mempercepat penurunan angka prevalensi gizi buruk di lingkungan masyarakat perkotaan.

“Pemantauan itu mencegah terjadinya salah sasaran dalam pendistribusian paket makanan sehat dari pemerintah tersebut ke rumah warga,” ungkap Banne.

Banne menambahkan bahwa penyuluh selalu mengingatkan masyarakat agar tidak sepenuhnya pasif dan hanya bergantung pada bantuan pangan pemerintah.

Pasangan usia subur tetap diberikan pemahaman komprehensif tentang cara mandiri mengolah sumber pangan lokal yang murah namun padat gizi.

“Kader adalah ujung tombak kami dalam memastikan program MBG ini berdampak nyata pada perbaikan status gizi anak,” tegas Banne.

Kader IMP Kelurahan Dadi Mulya, Samarinda Indanah menyebutkan pengawasan langsung ke lapangan sering kali membutuhkan pendekatan psikologis.

“Pendekatan secara emosional membuat orang tua lebih kooperatif dalam menyukseskan program MBG demi masa depan tumbuh kembang anak,” ungkap Indanah.

Tim kader IMP secara rutin mencatat perkembangan berat dan tinggi badan balita setelah menerima intervensi asupan makanan bergizi.

Data pemantauan gizi anak tersebut kemudian dilaporkan secara berkala kepada puskesmas setempat sebagai bahan dasar evaluasi klinis lanjutan.

Indanah bersyukur karena banyak ibu di wilayahnya menunjukkan antusiasme luar biasa dalam mendukung program perbaikan gizi tersebut. Distribusi di kelurahannya sudah berjalan sejak 18 Desember 2025 dengan total kuota sebanyak 220 ompreng.

“Pola nutrisi makan anak-anak di Kelurahan Dadi Mulya kini terpantau jauh lebih teratur dengan pemenuhan standar protein yang memadai,” ucap dia.

Sumber, Antara