Jemaah haji Kecamatan Lingga akhirnya kembali ke kampung halaman setelah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Suasana haru, syukur, dan kebahagiaan menyelimuti penyambutan yang berlangsung di Masjid Jami’ Sultan Lingga, Selasa (2/6/2026).
Kedatangan para jemaah disambut langsung oleh Camat Lingga, Shefi Hari Nugraha, S.STP., bersama masyarakat dan keluarga yang sejak lama menanti kepulangan mereka dari Makkah.
Disambut Penuh Syukur
Pemerintah Kecamatan Lingga menyampaikan rasa syukur atas kembalinya para jemaah dalam keadaan sehat. Kepulangan mereka menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga dan masyarakat yang selama ini terus mendoakan kelancaran ibadah di Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Camat Lingga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Mulai dari petugas kesehatan, tim pendamping, hingga penyelenggara haji yang telah mendampingi para jemaah selama menjalankan ibadah.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Lingga dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat datang kembali kepada Bapak dan Ibu jemaah haji. Semoga menjadi haji yang mabrur, dapat menjadi teladan di tengah masyarakat, serta membawa keberkahan dan manfaat melalui pengalaman serta ilmu yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji,” ujar Shefi.
Ia juga berharap semakin banyak masyarakat Kecamatan Lingga yang mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.
Doa untuk Jemaah yang Wafat di Tanah Suci
Pada kesempatan tersebut, Camat Lingga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan almarhum Ahmad Pajar, jemaah haji asal Dabo Singkep yang wafat saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Doa dan lantunan Surah Al-Fatihah dipanjatkan bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa terbaik bagi almarhum. Suasana semakin khidmat ketika para hadirin mengenang perjuangan almarhum dalam menunaikan rukun Islam kelima.
Tangis Haru Pecah di Masjid Jami’ Sultan Lingga
Prosesi penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Tangis haru keluarga pecah saat para jemaah kembali berkumpul dengan orang-orang tercinta setelah menjalani perjalanan spiritual yang panjang.
Pelukan, doa, dan ucapan syukur mewarnai setiap sudut masjid. Banyak keluarga tak kuasa menahan air mata saat bertemu kembali dengan anggota keluarga yang baru pulang dari Tanah Suci.
Momentum Memperkuat Nilai Keimanan
Kepulangan para jemaah tidak hanya menjadi momen kebahagiaan bagi keluarga. Lebih dari itu, peristiwa ini juga menjadi pengingat tentang makna pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaan yang terkandung dalam ibadah haji.
Masyarakat berharap para jemaah dapat menjadi haji yang mabrur dan membawa semangat kebaikan di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi masyarakat Kecamatan Lingga.









