BATAMCLICK.COM: Pertemuan Gubernur Kepri dan Mensos menjadi titik penting bagi arah pembangunan sosial di Kepulauan Riau. Dalam suasana santai namun penuh makna, Ansar Ahmad bertemu dengan Saifullah Yusuf pada Rabu (29/4/2026).
Pertemuan berlangsung di Kafe Kemensos “Selalu Ada”. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Sosial Kepri Mahadi Rahman dan Kepala Biro Umum Setjen Kemensos RI Salahuddin Yahya.
Meski informal, pembahasan yang muncul sangat strategis. Keduanya langsung menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Fokus pada Program yang Menyentuh Rakyat
Ansar dan Saifullah Yusuf tidak berbicara konsep semata. Mereka langsung membahas program konkret.
Mulai dari pendidikan. Lalu perlindungan sosial. Hingga layanan kesehatan.
Semua diarahkan pada satu tujuan. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri secara nyata.
Keduanya sepakat. Sinergi pusat dan daerah harus diperkuat. Karena hanya dengan cara itu, program bisa berjalan efektif.
Sekolah Rakyat Segera Dibangun
Salah satu pembahasan utama adalah pembangunan Sekolah Rakyat. Pemerintah Provinsi Kepri sudah menyiapkan lahan.
Lokasinya strategis. Tepat di ibu kota provinsi. Berhadapan dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Luas lahannya mencapai 10 hektar. Artinya, proyek ini tidak kecil.
Mensos pun merespons cepat. Ia menyatakan komitmennya untuk merealisasikan pembangunan gedung permanen.
Ia juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Terutama terkait penyesuaian anggaran.
Bantuan Sosial Diperluas
Di sektor perlindungan sosial, sejumlah program langsung dibahas.
Ada rencana rehabilitasi rumah nelayan. Nilai bantuannya mencapai Rp50 juta per unit.
Kemudian ada penguatan proteksi sosial. Termasuk skema BPJS khusus.
Bantuan juga akan menyasar pengemudi ojek online. Selain itu, program elektrifikasi wilayah akan dipercepat.
Tidak ketinggalan, dukungan untuk UMKM terus dilanjutkan. Pemerintah akan memperkuat kerja sama dengan BRK Syariah.
Semua ini menjadi bagian dari pemulihan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Layanan Kesehatan Jadi Prioritas
Ansar juga menyoroti layanan kesehatan. Ia menilai fasilitas rumah singgah sangat penting.
Terutama bagi warga Kepri yang berobat ke Jakarta dan Batam.
Selain itu, ia mengangkat persoalan pemulangan jenazah warga. Ia ingin ada solusi yang lebih cepat dan efektif.
Di sisi lain, Pemprov Kepri terus menyiapkan tenaga medis. Saat ini, sebanyak 58 dokter sedang menempuh pendidikan spesialis dan subspesialis.
Langkah ini penting. Karena kebutuhan tenaga medis di daerah masih tinggi.
Data Desa Diperkuat
Pembahasan juga menyentuh tata kelola desa. Pemerintah ingin memperkuat kualitas data sosial.
Rencananya, sekitar 180 operator desa akan dikumpulkan. Mereka akan mendapatkan pendampingan langsung.
Pemprov Kepri juga mengusulkan insentif bagi operator. Tujuannya agar mereka lebih optimal dalam bekerja.
Data yang akurat menjadi kunci. Karena semua program sosial bergantung pada data.
Kepri Siap Jadi Percontohan Nasional
Ansar menegaskan posisi strategis Kepri. Provinsi ini berada di jalur internasional Selat Malaka.
Setiap tahun, sekitar 30 juta kontainer melintas di wilayah ini.
Dengan capaian pelayanan dasar yang ada, Kepri dinilai siap menjadi role model nasional.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, sinergi pusat dan daerah harus terus diperkuat.
Karena hanya dengan kerja bersama, manfaat program bisa benar-benar dirasakan masyarakat.
Komitmen untuk Aksi Nyata
Pertemuan ini tidak berhenti pada wacana. Sejumlah langkah konkret sudah disiapkan.
Mereka langsung membahas percepatan implementasi di lapangan.
Dari pertemuan ini, satu hal menjadi jelas. Komitmen sudah terbentuk. Arah sudah ditentukan.
Kini, yang dibutuhkan adalah eksekusi. Agar manfaatnya benar-benar sampai ke masyarakat.***









