BATAMCLICK.COM: Perum Bulog Cabang Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau memastikan beras bantuan pangan kepada penerima manfaat dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Kepastian ini menjadi angin segar bagi ribuan masyarakat yang mengandalkan bantuan pangan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui pengawasan ketat dan proses distribusi yang terukur, Bulog memastikan setiap butir beras yang diterima masyarakat tetap dalam kualitas terbaik.
Ribuan Penerima Manfaat Terima Bantuan
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah menyalurkan bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada 7.325 penerima bantuan pangan (PBP).
Setiap penerima mendapatkan paket bantuan yang terdiri dari 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Bantuan tersebut mencakup periode Februari hingga Maret 2026, sehingga diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Proses Ketat Jaga Kualitas Beras
Pencius menegaskan bahwa kualitas beras menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, Bulog menerapkan pengawasan ketat dalam setiap tahapan, mulai dari pengemasan hingga distribusi.
Beras yang disalurkan berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang sebelumnya dikemas dalam ukuran 50 kilogram di Gudang Bulog Sedanau. Selanjutnya, beras tersebut dikemas ulang menjadi ukuran 10 kilogram agar lebih mudah didistribusikan kepada masyarakat.
Seluruh proses pengemasan dilakukan di bawah pengawasan langsung, sehingga kualitas dan berat beras tetap terjaga sesuai standar.
Pemeriksaan Berlapis Sebelum Distribusi
Tidak hanya berhenti pada proses pengemasan, Bulog juga melakukan pemeriksaan ulang sebelum beras didistribusikan ke titik salur. Pemeriksaan ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa beras yang diterima masyarakat benar-benar dalam kondisi baik, aman, dan layak dikonsumsi.
“Proses pengemasan dari 50 kilogram ke 10 kilogram kami pantau secara ketat. Karena itu, kami berani memastikan beras dalam kondisi baik dan beratnya sesuai,” ujar Pencius.
Bulog Buka Ruang Laporan dari Masyarakat
Meski pengawasan telah dilakukan secara maksimal, Bulog tetap membuka kemungkinan adanya kendala teknis di lapangan. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan kualitas beras atau minyak goreng yang tidak sesuai.
Pencius menegaskan bahwa Bulog siap melakukan penggantian secepat mungkin setelah menerima laporan resmi dari masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menyebarkan keluhan di media sosial tanpa melalui jalur yang tepat, karena setiap laporan akan ditindaklanjuti secara serius oleh pihaknya.
“Tidak perlu sungkan, dan sebaiknya tidak langsung diviralkan. Kesalahan dalam pengemasan atau distribusi bisa saja terjadi dan berpengaruh pada kualitas beras. Kami siap menindaklanjuti setiap laporan,” tegasnya.
Komitmen Jaga Kepercayaan Masyarakat
Dengan sistem pengawasan berlapis, proses distribusi yang terukur, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat, Bulog menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas bantuan pangan.
Upaya ini tidak hanya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap program bantuan pemerintah yang terus berjalan secara berkelanjutan.
Sumber: Antara









