Penguatan SDM Lokal Kepri Jadi Kunci Hadapi Lonjakan Investasi dan Tenaga Kerja

Penguatan SDM lokal Kepri dinilai penting seiring meningkatnya investasi. DPR RI mendorong pelatihan kerja agar tenaga lokal terserap optimal di industri.
Penguatan SDM lokal Kepri dinilai penting seiring meningkatnya investasi. DPR RI mendorong pelatihan kerja agar tenaga lokal terserap optimal di industri.

BATAMCLICK.COM: Penguatan SDM lokal Kepri menjadi isu krusial di tengah pesatnya pertumbuhan investasi di Provinsi Kepulauan Riau. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menegaskan bahwa peningkatan investasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.

Ia menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja bersama anggota Komisi IX DPR RI di Tanjungpinang. Menurutnya, masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus investasi, melainkan harus menjadi bagian utama dalam pasar tenaga kerja.

Kawasan Industri Tumbuh Pesat, SDM Harus Siap

Nihayatul mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 35 kawasan industri yang beroperasi di Kepri, dengan konsentrasi terbesar berada di Batam. Pertumbuhan ekonomi daerah pun tercatat berada di atas rata-rata nasional.

Namun demikian, ia mempertanyakan apakah pertumbuhan tersebut sudah diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang memadai.

“Pertumbuhan ekonomi tinggi harus dibarengi dengan kualitas SDM. Ini menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Lonjakan Migrasi Jadi Tantangan Baru

Selain pertumbuhan industri, Nihayatul juga menyoroti peningkatan jumlah penduduk di Kepri yang lebih banyak dipicu oleh arus migrasi dari daerah lain, bukan dari angka kelahiran.

Fenomena ini terjadi karena Kepri, khususnya Batam, menjadi magnet pencari kerja. Namun di sisi lain, kondisi ini juga berpotensi menambah angka pengangguran jika tidak diimbangi dengan kesiapan keterampilan tenaga kerja.

Oleh karena itu, ia mendorong Kementerian Ketenagakerjaan bersama pemerintah daerah untuk memperkuat program pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.

Pelatihan Kerja Jadi Solusi Nyata

Menurut Nihayatul, pelatihan kerja yang tepat sasaran akan menjadi solusi konkret untuk memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia industri.

Dengan keterampilan yang sesuai, tenaga kerja lokal dapat bersaing dan terserap secara optimal, sehingga tidak tersisih oleh tenaga kerja dari luar daerah maupun luar negeri.

“Jangan sampai migrasi justru menambah beban pengangguran. Ini harus kita atasi bersama,” ujarnya.

Soroti Peran dan Pengawasan TKA

Di sisi lain, ia juga menyoroti keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di sejumlah perusahaan di Kepri. Menurutnya, TKA harus ditempatkan sesuai kebutuhan dan tidak mengambil posisi yang seharusnya bisa diisi tenaga kerja lokal.

Selain itu, ia menegaskan bahwa seluruh TKA wajib bekerja secara legal dan memenuhi kewajiban, termasuk pembayaran retribusi kepada negara.

Data Tenaga Kerja dan Tantangan di Lapangan

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Dicky Wijaya, menyampaikan bahwa total tenaga kerja industri di Kepri mencapai sekitar 400 ribu orang, dengan 3.800 di antaranya merupakan tenaga kerja asing yang sebagian besar bekerja di Batam.

Ia menegaskan bahwa jumlah TKA tersebut relatif kecil dibandingkan tenaga kerja lokal, karena pemerintah daerah tetap mengutamakan penyerapan tenaga kerja dalam negeri.

Namun demikian, ia mengungkapkan masih ditemukan TKA yang menggunakan visa kunjungan turis untuk bekerja, yang jelas melanggar aturan.

RPTKA Jadi Syarat Wajib TKA

Dicky menjelaskan bahwa sesuai ketentuan, setiap TKA yang bekerja wajib memiliki dokumen Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang diterbitkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Melalui dokumen tersebut, perusahaan pengguna TKA juga diwajibkan membayar retribusi yang masuk dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Ia berharap proses pengurusan RPTKA dapat dipercepat agar tidak ada lagi alasan bagi perusahaan maupun TKA untuk menghindari aturan.

Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Tenaga Kerja Kepri

Pada akhirnya, penguatan SDM lokal menjadi kunci agar pertumbuhan investasi di Kepri benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia industri, diharapkan tercipta ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, kompetitif, dan berkeadilan.

Dengan langkah tersebut, Kepri tidak hanya menjadi pusat investasi, tetapi juga menjadi rumah bagi tenaga kerja lokal yang unggul dan siap bersaing di tingkat global.

Sumber: Antara