Proyek Strategis Kepri 2026, Tugu Bahasa dan RSUD Jadi Prioritas

Proyek strategis Kepri 2026 fokus pada pembangunan Tugu Bahasa Nasional di Penyengat dan pengembangan RSUD Raja Ahmad Tabib untuk pariwisata dan layanan kesehatan.
Proyek strategis Kepri 2026 fokus pada pembangunan Tugu Bahasa Nasional di Penyengat dan pengembangan RSUD Raja Ahmad Tabib untuk pariwisata dan layanan kesehatan.

BATAMCLICK.COM: Proyek strategis Kepri 2026 mulai digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui pembangunan dua inisiatif besar yang menyasar sektor budaya dan kesehatan. Dengan skema tahun jamak (multi years), pemerintah menargetkan kedua proyek ini rampung pada 2027.

Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kepri, Rodi Yantari, menyebutkan bahwa proyek tersebut mencakup pembangunan monumen Tugu Bahasa Nasional dan museum di Pulau Penyengat serta pengembangan fasilitas kesehatan di RSUD Raja Ahmad Tabib.

Pulau Penyengat Disiapkan Jadi Ikon Baru

Pembangunan Tugu Bahasa Nasional dan museum di Pulau Penyengat menjadi salah satu fokus utama. Pemerintah mengalokasikan anggaran total Rp101 miliar, dengan Rp30,8 miliar digelontorkan pada 2026 dan sisanya pada 2027.

Proyek ini tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menegaskan peran Penyengat sebagai tempat lahirnya Bahasa Indonesia. Karena itu, pemerintah berharap kawasan ini berkembang menjadi ikon baru pariwisata di Tanjungpinang.

Selain itu, kehadiran monumen dan museum ini diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus menghidupkan kembali nilai sejarah yang melekat di kawasan tersebut.

RSUD Raja Ahmad Tabib Diperkuat

Di sektor kesehatan, RSUD Raja Ahmad Tabib akan mendapatkan tambahan fasilitas berupa pembangunan poliklinik rawat jalan. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp110 miliar.

Untuk tahap awal, pemerintah mengalokasikan Rp30,8 miliar pada 2026, kemudian melanjutkan pembangunan dengan anggaran Rp79,2 miliar pada 2027. Pengembangan ini menjadi penting karena jumlah kunjungan pasien terus meningkat hingga sekitar 600 orang per hari.

Dengan penambahan fasilitas ini, pemerintah ingin memastikan pelayanan kesehatan menjadi lebih optimal, nyaman, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Didukung Skema Pembiayaan Besar

Sebagian besar pendanaan proyek strategis ini berasal dari skema pinjaman daerah yang mencapai Rp400 miliar pada 2026. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor.

Melalui skema tersebut, proyek dapat berjalan lebih cepat tanpa harus menunggu keterbatasan anggaran tahunan.

30 Proyek Infrastruktur Turut Dikerjakan

Selain dua proyek utama, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kepri juga menjalankan sekitar 30 paket pekerjaan infrastruktur di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Pekerjaan tersebut meliputi pemeliharaan jalan, pembangunan jembatan, rehabilitasi Masjid Raya Dompak, hingga pembangunan berbagai gedung pemerintah.

Dorong Konektivitas dan Pelayanan Publik

Seluruh proyek ini dirancang untuk mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemerintah berharap pembangunan yang merata akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun kesehatan.

Dengan langkah strategis ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menegaskan komitmennya dalam membangun daerah yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kuat dalam identitas budaya dan layanan publik.