BATAMCLICK.COM: Efisiensi anggaran Kepri kini menjadi langkah nyata yang diambil Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan membatasi perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini muncul sebagai respons atas keterbatasan fiskal yang semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir.
Penjabat Sekretaris Daerah Kepri, Luki Zaiman Prawira, menegaskan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah diminta menekan belanja perjalanan dinas secara signifikan.
Pemangkasan Hingga 70 Persen
Kebijakan ini mengacu pada instruksi Gubernur Ansar Ahmad yang mewajibkan pengurangan perjalanan dinas dalam negeri hingga 50 persen, sementara perjalanan luar negeri dipangkas hingga 70 persen.
Langkah ini bukan keputusan mendadak, melainkan kelanjutan dari upaya efisiensi yang telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah secara konsisten memperketat pengeluaran guna menjaga stabilitas keuangan daerah.
Hanya untuk Kegiatan Mendesak
Dalam penerapannya, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kini hanya mengizinkan perjalanan dinas untuk kegiatan yang benar-benar penting. Misalnya, pembahasan teknis yang melibatkan instansi vertikal atau koordinasi langsung dengan pemerintah pusat.
Sementara itu, kegiatan yang tidak bersifat mendesak diarahkan untuk dilakukan secara virtual, seperti melalui rapat daring. Pendekatan ini dinilai lebih efisien tanpa mengurangi efektivitas koordinasi.
Tekanan Fiskal Semakin Terasa
Langkah penghematan ini tidak lepas dari penurunan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Dalam tiga tahun terakhir, alokasi TKD untuk Kepulauan Riau turun cukup signifikan, dari Rp1,9 triliun menjadi Rp1,4 triliun.
Penurunan tersebut memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian belanja agar mampu menutup defisit anggaran yang muncul.
Strategi Cari Sumber Pendapatan Baru
Selain melakukan efisiensi, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperjuangkan dana bagi hasil dari sektor maritim, termasuk pemanfaatan ruang laut, aktivitas labuh jangkar, hingga pengelolaan sedimentasi pasir laut yang menjadi potensi besar di wilayah Kepri.
Efisiensi Jadi Kunci Bertahan
Dengan berbagai langkah tersebut, efisiensi tidak lagi sekadar pilihan, melainkan strategi utama untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di Kepulauan Riau.
Melalui pembatasan perjalanan dinas dan optimalisasi sumber pendapatan, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap anggaran digunakan secara tepat sasaran, sehingga tetap mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.









