BATAMCLICK.COM: Kunjungan kerja DPRD Kabupaten Serang ke Batam menjadi momentum penting untuk bertukar pengalaman dalam mengawal kinerja pemerintah daerah. Di tengah dinamika pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025, para legislator dari Banten itu datang untuk mencari referensi sekaligus memperkaya perspektif.
Rombongan tiba di Gedung DPRD Kota Batam, Senin (13/4/2026), dan langsung disambut hangat oleh Arlon Verysto di ruang rapat serba guna.
Dari Serang ke Batam, Memburu Referensi LKPj

Kunjungan ini tidak sekadar seremonial. Rombongan DPRD Kabupaten Serang yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) LKPj datang dengan misi yang jelas: memperdalam pembahasan Ranperda LKPj Tahun Anggaran 2025.
Dipimpin oleh Azwar Anas, mereka membawa berbagai pertanyaan dan pengalaman lapangan yang ingin dibandingkan dengan praktik di Batam.
Bagi mereka, waktu menjadi faktor penting. Pembahasan LKPj di daerah asal juga sedang berjalan dan harus segera dituntaskan.
Sambutan Hangat dan Semangat Kolaborasi

Dalam sambutannya, Arlon Verysto tidak hanya menyampaikan ucapan selamat datang, tetapi juga menekankan pentingnya sinergi antar daerah.
Ia melihat kunjungan seperti ini sebagai ruang belajar bersama—di mana setiap daerah bisa saling mengisi dan memperkuat kualitas pengawasan.
“Kami ucapkan terima kasih atas kunjungan ini. Semoga selain berdiskusi, Bapak dan Ibu juga bisa menikmati suasana Batam yang terus berkembang,” ujarnya.
Batam Juga Sedang Berpacu dengan Waktu

Menariknya, DPRD Kota Batam sendiri tengah berada dalam situasi yang serupa.
Arlon mengungkapkan bahwa ia juga terlibat dalam Pansus LKPj Wali Kota Batam Tahun Anggaran 2025. Proses pembahasan masih berlangsung dan dikejar target waktu yang telah ditentukan.
Pansus tersebut dipimpin oleh Ahmad Surya sebagai ketua dan Joko Mulyono sebagai wakil ketua, dengan fokus memastikan seluruh laporan dapat dikaji secara menyeluruh dan tepat waktu.
Diskusi Mengalir, Rekomendasi Jadi Sorotan

Suasana pertemuan pun berkembang menjadi diskusi aktif. Para anggota DPRD Serang mengajukan berbagai pertanyaan, terutama terkait bentuk rekomendasi yang dihasilkan dalam pembahasan LKPj.
Arlon menjelaskan bahwa rekomendasi tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi juga bisa diwujudkan dalam kebijakan nyata.
Salah satu contoh yang ia sampaikan adalah penggunaan bahasa Melayu dalam pengumuman di Bandara Hang Nadim—sebuah rekomendasi yang lahir dari pembahasan LKPj sebelumnya dan kini telah diterapkan.
Belajar dari Praktik, Bukan Sekadar Teori
Bagi rombongan DPRD Kabupaten Serang, kunjungan ini menjadi kesempatan berharga.
Azwar Anas menyampaikan bahwa mereka membutuhkan referensi konkret untuk menyempurnakan pembahasan LKPj di daerahnya. Pengalaman Batam dinilai relevan, terutama dalam merumuskan rekomendasi yang implementatif.
Ia juga mengakui bahwa DPRD Kabupaten Serang saat ini sedang berpacu dengan waktu, sehingga masukan dari daerah lain menjadi sangat penting.
Sinergi Antar Daerah, Kunci Pengawasan yang Lebih Baik
Pertemuan ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap kinerja pemerintah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Melalui kunjungan kerja dan pertukaran pengalaman, setiap daerah memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas kebijakan dan rekomendasi yang dihasilkan.
Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas, sinergi seperti ini menjadi langkah nyata untuk memastikan bahwa LKPj tidak hanya menjadi laporan, tetapi juga alat evaluasi yang benar-benar berdampak.***








