Batamclick.com,
Wali Kota Batam, Kepulauan Riau, Amsakar Achmad mengajak masyarakat menjadikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sebagai momentum membangun spirit kolektif dan kolaborasi untuk kemajuan daerah.
“Mudah-mudahan pergantian tahun ini membangun spirit kolektif bagi kita semua, membangun semangat kolaborasi dan sinergi, sehingga kita bisa membuat lompatan-lompatan untuk pembangunan Batam ke depan,” katanya di Batam, Selasa.
Menurut dia, pergantian tahun harus dimaknai sebagai cermin untuk melakukan refleksi diri, baik terhadap apa yang telah dilakukan, yang sedang dijalankan, maupun rencana ke depan.
“Ayo memaknai pergantian tahun ini sebagai kaca, tempat kita bercermin. Melihat apa yang telah kita lakukan di masa lalu, apa yang sekarang kita lakukan, dan apa yang hendak kita tuju di masa depan,” ujar Amsakar.
Ia berharap momen Imlek dapat kembali mengingatkan pentingnya menjaga Batam sebagai rumah bersama.
Ia menilai Batam sebagai daerah multikultural dengan tingkat toleransi dan moderasi beragama yang tinggi.
“Batam ini negeri yang multikultural. Keberagaman ini harus kita maknai sebagai orkestrasi. Kalau diatur dengan baik, Insya Allah akan melahirkan bunyi yang indah,” ujarnya.
Ia menyebut Batam sebagai salah satu daerah paling kondusif dengan indeks moderasi beragama yang termasuk terbaik di Indonesia. Karena itu, harmoni dan toleransi harus terus dijaga sebagai modal utama pembangunan.
“Semoga Tahun Kuda Api ini membawa percepatan dan kecepatan seperti kuda untuk perkembangan Batam ke depan,” tutupnya.
Perayaan Imlek di Kota Batam diwarnai dengan semarak bazar dan acara kultural, berlokasi di daerah Sungai Jodoh dan Nagoya Lama pada 13-17 Februari 2026.
Pada puncaknya di tanggal 16 Februari malam, Wali Kota bersama jajaran dan tamu kehormatan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Agus Harimurti Yudhoyono beserta Menteri Transmigrasi Ifititah Sulaiman Suryanagara, menyambut tahun baru Imlek itu di kawasan Nagoya.
Sumber, Antara








