Batamclick.com,
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyampaikan dari 199 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di daerah itu, sebanyak 83 diantaranya telah memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).
“Sementara sisanya, masih dalam proses pengajuan dan pendampingan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri Rika Azmi di Tanjungpinang, Jumat.
Rika menyebut SLHS menjadi aspek penting bagi dapur SPPG, karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan yang dikonsumsi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, proses pengurusan SLHS masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada pengujian sampel makanan dan air yang saat ini hanya dapat dilakukan di Balai Pelayanan Kesehatan Batam.
“Kondisi ini menyebabkan waktu pengurusan SLHS menjadi lebih panjang,” ujarnya.
Rika menyoroti masih ditemukannya bangunan dapur SPPG yang belum memenuhi standar sanitasi dan lingkungan, serta operasional dapur yang belum sepenuhnya sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Permasalahan lainnya adalah keterbatasan tenaga ahli gizi yang ditempatkan di dapur SPPG serta lambatnya sebagian mitra pengelola dalam pengurusan SLHS.
“Keberadaan ahli gizi sangat krusial untuk menjamin kualitas menu dan asupan gizi,” ujarnya.
Rika menjelaskan hingga 2 Februari 2026, realisasi SPPG aglomerasi di seluruh kabupaten/kota se-Kepri telah mencapai 199 SPPG dari target 303 SPPG yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN)
Capaian itu menunjukkan progres yang cukup baik, namun masih memerlukan percepatan agar target nasional dapat terpenuhi.
Terkait wilayah terpencil, Rika menyampaikan telah dilakukan penilaian terhadap 15 SPPG, sementara 46 SPPG lainnya direncanakan menjalani penilaian lanjutan pada tahap berikutnya.
“Kami terus mendorong percepatan penilaian agar pelayanan MBG di wilayah terpencil tidak tertinggal,” ucapnya.
Rika menekankan SPPG di Kepri harus memanfaatkan bahan pangan lokal, khususnya potensi pangan laut masih belum optimal dalam pelaksanaan MBG.
“Padahal, Kepri 96 persen wilayahnya laut dengan stok ikan melimpah. Seharusnya pangan lokal bisa mendukung program ini,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Sumbar dan Kepri Syarti Widya berkomitmen terus mendukung percepatan program MBG di Kepri.
Ia berharap ke depan seluruh SPPG di Kepri dapat memenuhi standar yang ditetapkan, baik dari sisi sarana prasarana, higienitas maupun kualitas menu.
“Harapan kami, program MBG benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Widya.
Sumber, Antara









