Ketika Sungai Tak Lagi Ramah, Serangan Buaya Hantui Kampung Bugis

Buaya Meneror Warga Natuna
Buaya Meneror Warga Natuna Illustrasi

BATAMCLICK.COM: Sore itu, langit mulai meredup saat Rahmad (40) menyusuri perairan Sungai Ladi. Ia bukan sedang bersantai, melainkan mencari kepiting—pekerjaan yang sudah akrab dalam kesehariannya sebagai warga pesisir Kampung Bugis, Tanjungpinang.

Namun, rutinitas yang biasa dilakukan tanpa rasa takut itu berubah menjadi mimpi buruk. Seekor buaya muncul tiba-tiba dan menerkamnya. Dalam hitungan detik, ia menjadi korban serangan predator sungai yang mulai sering terlihat di kawasan itu.

Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan.

“Korban mengalami luka cukup serius di bahu dan pergelangan tangan akibat gigitan buaya. Total ada 24 jahitan,” ujar Lurah Kampung Bugis, Rita Siswati, Senin (19/5/2025).

Rahmad sempat dirawat di RSUD Raja Ahmad Tabib sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Namun kisahnya menjadi peringatan keras bagi warga lainnya bahwa Sungai Ladi, dan mungkin sungai-sungai lain di pesisir Tanjungpinang, tak lagi seaman dulu.

Menanggapi kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang mengeluarkan imbauan agar masyarakat, terutama anak-anak, membatasi aktivitas di kawasan sungai dan pesisir.

“Kami khawatir serangan seperti ini terulang. Kami minta warga lebih berhati-hati, terutama di lokasi kejadian,” ujar Kepala BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin.

Tak hanya memberi peringatan, BPBD juga segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani potensi ancaman buaya. Termasuk melakukan pemantauan di kawasan pesisir bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan meningkatkan sosialisasi bahaya satwa liar kepada masyarakat.

“Kami selalu siaga 24 jam. Kalau ada laporan kemunculan buaya, kami siap tindak lanjut,” tegas Yamin.

Di sisi lain, kejadian ini menorehkan trauma bagi warga sekitar. Mereka kini hidup dalam kekhawatiran, terlebih aktivitas mencari kepiting atau ikan di sungai adalah sumber penghidupan sebagian besar warga pesisir.

“Semoga ini yang terakhir. Kami berharap tak ada lagi korban. Yang penting sekarang, kita semua harus lebih waspada,” kata Rita lirih.(dev)
Editor: Abd Hamid