Batamclick.com,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menggelar sayembara bagi masyarakat yang melaporkan pelaku pembakaran lahan dengan hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta, sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perbatasan tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Natuna, Syawal, dikonfirmasi dari Batam, Ahad, mengatakan laporan yang disampaikan masyarakat harus dilengkapi dengan bukti pendukung. Bukti tersebut antara lain berupa foto kejadian, lokasi peristiwa, identitas pelaku, serta minimal dua orang saksi.
“Laporan dapat disampaikan langsung ke dinas kami dengan melampirkan bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Identitas pelapor akan dirahasiakan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, program ini merupakan hasil kesepakatan bersama berbagai pemangku kepentingan di Natuna, menyusul meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut dia, kebijakan tersebut bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku pembakaran lahan serta meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa tindakan pembakaran lahan berdampak buruk, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan karhutla demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup bersama,” ujar dia.
Sementara itu, Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie mengatakan pencegahan karhutla menjadi tanggung jawab bersama. Dirinya sependapat bahwa dampak yang ditimbulkan dari karhutla besar, mulai atas kabut asap, kerusakan ekosistem, hingga gangguan kesehatan.
Ia menjelaskan pihaknya bersama TNI, dan pemerintah daerah terus bergerak aktif di lapangan untuk mencegah dan mengatasi kebakaran
Berbagai langkah yang telah dilakukan mencakup sosialisasi kepada masyarakat, pemasangan spanduk himbauan, patroli rutin ke wilayah rawan, hingga turun langsung melakukan pemadaman ketika ditemukan titik api.
“Sinergitas lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam menekan angka kebakaran di wilayah Natuna. Upaya pencegahan terus diintensifkan agar potensi kebakaran dapat diminimalisir sejak dini, sebelum meluas dan sulit dikendalikan,” ujar dia.
Sumber, Antara









