BATAMCLICK.COM: Malam itu, suasana halaman Kantor Lurah Sungai Jodoh terasa berbeda. Lampu-lampu yang menyala hangat memantulkan semangat kebersamaan antara warga dan pemerintah. Di tengah udara lembap sisa hujan sore, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir bersama masyarakat Batuampar untuk bersilaturahmi dan mendengarkan langsung aspirasi warga.
Dalam forum yang akrab tersebut, muncul satu topik yang paling banyak disampaikan warga: banjir Batam, khususnya di wilayah Batuampar. Sejak lama, kawasan ini menjadi langganan genangan air setiap kali hujan deras turun. Namun, kali ini warga membawa kabar baik. Mereka mulai merasakan perubahan.
Perwakilan RT, RW, dan LPM Batuampar, Riskal Ahmad, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian serius Pemko Batam terhadap wilayah mereka.
“Terima kasih Pak Wali, pembangunan pompa air di Batuampar benar-benar membantu kami mengurangi banjir. Ini bukti nyata kepedulian pemerintah,” ujar Riskal disambut tepuk tangan warga.
Kebersamaan Jadi Kekuatan
Mendengar itu, Amsakar tersenyum. Baginya, ucapan tulus warga menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati lahir dari kolaborasi, bukan dari satu arah.
“Silaturahmi seperti ini mempertautkan hati antara pemerintah dan masyarakat. Kita harus bersinergi agar pembangunan Batam bergerak lebih cepat,” tegasnya.
Ia menegaskan, semangat gotong royong menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang lebih baik. Karena itu, Pemko Batam terus mengajak seluruh RT, RW, dan LPM untuk mendukung 15 program prioritas 2025–2029, mulai dari penanganan banjir, penyediaan air bersih, hingga layanan pengobatan gratis dan dukungan bagi UMKM.
Dari seluruh program itu, tujuh di antaranya bersentuhan langsung dengan masyarakat, dan lima program sudah terealisasi. Dua program lain — yaitu penanganan banjir dan pengelolaan sampah — masih berjalan dengan percepatan pembangunan di beberapa titik, termasuk Batuampar.
Pompa Air, Solusi di Tengah Hujan
Amsakar menjelaskan bahwa pompa air yang dibangun di Batuampar bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari strategi besar pengendalian banjir Batam. Pompa ini berfungsi mempercepat aliran air keluar ke laut, sehingga genangan tak sempat meluas.
“Masalah banjir tidak bisa diselesaikan dengan satu proyek saja. Kami terus menata drainase, memperbaiki saluran air, dan mengatur sistem pompa agar bisa berfungsi maksimal saat curah hujan tinggi,” jelasnya.
Selain infrastruktur, Pemko Batam juga mengandalkan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Menurut Amsakar, tumpukan sampah menjadi salah satu penyebab saluran air tersumbat.
“Kami minta RT dan RW terus mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Semua harus jadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” ujarnya tegas.
Air Bersih dan Pembangunan Baru di Batuampar
Selain banjir, persoalan air bersih juga menjadi perhatian. Pemerintah, kata Amsakar, telah menyiapkan langkah cepat, termasuk penyediaan tandon air dan armada pengangkut untuk distribusi sementara. Namun, penyelesaian permanen tetap memerlukan waktu dan dukungan lintas instansi.
“Kami terus berkoordinasi agar pembahasan anggaran instalasi air bersih di DPR RI bisa segera rampung,” tambahnya.
Tak berhenti di situ, Pemko Batam juga menyiapkan pembangunan Kantor Lurah Sungai Jodoh dua lantai pada 2026 untuk meningkatkan pelayanan publik. Sementara itu, jalan dari Simpang Pelabuhan hingga Simpang Baloi akan diperlebar menjadi tiga lajur melalui APBD Perubahan tahun ini.
Apresiasi untuk Garda Terdepan Lingkungan
Menutup malam penuh kehangatan itu, Wali Kota Batam menyerahkan insentif bagi RT, RW, dan LPM se-Kecamatan Batuampar. Ia menyebut mereka sebagai garda terdepan pembangunan lingkungan.
“Kerja keras bapak dan ibu semua membuat Batam terus bergerak maju. Mari kita lanjutkan perjuangan ini bersama,” kata Amsakar sebelum meninggalkan lokasi.
Suara warga yang mengiringi kepergian rombongan malam itu terdengar ringan — seperti harapan baru setelah hujan. Bagi mereka, pompa air bukan hanya alat untuk mengalirkan air, melainkan juga simbol keyakinan bahwa banjir Batam bisa diatasi jika semua tangan bekerja bersama.(dede)








