BPBD Natuna bekali pelajar SMA dengan pemahaman kebencanaan

Batamclick.com,
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau membekali para pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Pulau Bunguran dengan pengetahuan dan pemahaman mengenai kebencanaan, guna meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus meminimalkan risiko korban.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Natuna Nurul Huda dikonfirmasi dari Natuna, Rabu, mengatakan pembekalan tersebut diberikan kepada para siswa baru melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menurut dia, kegiatan MPLS menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar memperoleh edukasi mengenai pengetahuan dasar kebencanaan, mulai dari tahapan pra-bencana, langkah-langkah yang harus dilakukan saat masa tanggap darurat, hingga upaya yang perlu dilakukan pada fase pasca-bencana.

Materi yang diberikan juga mencakup cara mengenali potensi ancaman bencana di lingkungan sekitar serta tindakan penyelamatan diri yang benar saat terjadi keadaan darurat.

Melalui kegiatan ini, BPBD Natuna berharap, meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapan seluruh warga sekolah dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam.

Selain itu, menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi situasi darurat sehingga risiko terhadap keselamatan warga sekolah dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Nama kegiatannya Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). SPAB merupakan upaya untuk mewujudkan satuan pendidikan yang mampu melindungi seluruh warga sekolah dari dampak bencana,” ucapnya.

Ia menjelaskan sosialisasi SPAB telah dilaksanakan di sejumlah sekolah, di antaranya SMK Negeri 1 Bunguran Timur, SMA Negeri 1 Bunguran Selatan, dan SMA Negeri 1 Bunguran Timur Laut. Selanjutnya, pada Kamis (23/7), kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di SMA Negeri 1 Bunguran Tengah.

Nurul Huda menambahkan pelaksanaan sosialisasi tahun ini diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang belum pernah memperoleh pembekalan serupa pada tahun sebelumnya.

Dengan demikian, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Natuna secara bertahap dapat memiliki kapasitas yang sama dalam menghadapi potensi bencana.

“Untuk tingkat SMP, kegiatan yang sama sudah kami laksanakan pada tahun sebelumnya dan juga diselaraskan dengan kegiatan MPLS,” katanya.

Sumber, Antara