BATAMCLICK.COM: Di atas gelombang laut, waktu seolah berjalan lebih lambat. Setiap menit menunggu kapal bersandar menjadi cerita panjang bagi para penumpang yang terbiasa menanti di Pelabuhan Sri Bintan Pura. Namun kini, penantian itu akan segera berakhir. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tengah menyiapkan langkah besar: memindahkan operasional kapal perintis milik PT Pelni dari Pelabuhan SBP ke Pelabuhan Tanjung Moco di Dompak.
Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Junaidi, menyampaikan bahwa proses pemindahan tinggal menunggu penyerahan teknis dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang. “Setelah itu, operasional kapal Pelni langsung bisa dimulai dari Dompak,” ucapnya, Senin (19/5/2025).
Kapal yang dimaksud adalah KM Sabuk Nusantara 48—salah satu kapal perintis yang telah lama menjadi andalan masyarakat pulau-pulau terpencil. Pemindahan ini bukan keputusan sepihak. Ia merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah daerah, KSOP, dan pihak terkait lainnya yang kemudian disetujui oleh Kementerian Perhubungan.
“Selama ini, kapal tidak bisa langsung bersandar di Pelabuhan Sri Bintan Pura. Kadang harus menunggu lama di tengah laut karena kepadatan dermaga. Dengan pindah ke Tanjung Moco, waktu bisa lebih efisien, proses bongkar muat penumpang dan barang bisa langsung dilakukan di dermaga,” terang Junaidi.
Pelabuhan Tanjung Moco yang dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Tanjungpinang kini menjadi titik harapan baru. Pelabuhan ini dinilai lebih ideal untuk melayani kapal logistik dan penumpang, khususnya kapal perintis yang membawa kebutuhan pokok dan orang-orang dari pulau ke pulau.
Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang menyatakan kesiapannya mendukung BP Tanjungpinang dalam peningkatan fasilitas pelabuhan. Meski masih bertahap, Junaidi menyebutkan bahwa pelayanan penumpang tetap bisa dilakukan, dengan dua titik alternatif pembelian tiket yaitu di Pelabuhan Roro Dompak dan Terminal Sungai Carang.
“Jika semua fasilitas pendukung sudah lengkap, penumpang nantinya bisa langsung dilayani penuh di Pelabuhan Tanjung Moco,” jelasnya.
Lebih dari sekadar perpindahan lokasi, ini adalah langkah strategis yang menyentuh hidup banyak orang. Bagi masyarakat di pulau-pulau terluar, kedatangan kapal bukan sekadar sarana transportasi. Ia adalah penghubung ekonomi, pembawa kabar dari daratan, dan simbol kehadiran negara di garis terluar.
Kini, Tanjung Moco bersiap menyambut. Menyambut kapal, menyambut harapan. Dan mungkin, di satu pagi yang tenang, seorang anak tak perlu lagi menunggu terlalu lama di dermaga karena kapalnya sudah bersandar lebih dekat dari sebelumnya.(dev)
Editor: Abd Hamid









