BASRI Minta Kepala Daerah di Kepri Beri Swab Gratis untuk Santri

BATAMCLICK.COM: Bulan Syawal adalah bulan yang Sudah menjadi kebiasaan dari turun temurun di kalangan Kaum Santri kembali lagi ke Pondok Pesantren untuk menimba ilmu.

Budaya ini sudah ratusan tahun dilakukan di kalangan kaum sarungan. Mengingat Pesantren adalah satu-satunya lembaga pendidikan yang paling tua di dunia, yang hampir tidak diketahui publik.

Dari pesantren itulah, banyak tokoh-tokoh bangsa bahkan dunia menjadi pemimpin yang sangat mumpuni.

Untuk itu, Badan Silaturahmi Ulama Muda Kepulauan Riau (BASRI) meminta kepada seluruh kepala daerah di Provinsi Kepulauan Riau untuk memfasilitasi dan membantu SWAB bagi para santri yang mau kembali ke pondoknya masing-masing, terutama ke tanah Jawa.

BACA JUGA:   Dansatgas TMMD ke-114 Tinjau pembuatan Jamban di Pulau Parit

Hal ini disampaikan oleh pendiri sekaligus Ketua Umum Badan Silaturahmi Ulama Muda Kepulauan Riau (Basri) Umar Faruq, Rabu (19/05/2021).
     
Menurut Gus Far, panggilan akrab Umar Faruq, Kepulauan Riau yang merupakan Bunda Tanah Melayu, dimana pertama kali Islam masuk ke Indonesia melalui daerah Malayu ini.

Makanya ada sejarah salah satu santri sunan Ampel alian R. Rahmatullah Surabaya Jawa Timur di kirim ke Pondok Pesantren daerah Selat Melaka untuk menimba Ilmu.

Hal ini diperkuat lagi di daerah Barus Sumatera Utara yang diduga kuat ada makam salah satu Pasukan Sayyidina Ali.

BACA JUGA:   Pembangunan Merupakan Wujud Bakti Rudi dan Amsakar Bagi Batam

Artinya daerah Melayu atau Sumatera mempunyai sejarah yang sangat panjang kejayaan Khazanah keilmuan terutama pendidikan agama Islam yang sangat kuat mata rantainya sampai Rasulullah SAW.

Gus Far(Kiri) sendang Bersama DR. A.S. Hikam,M.A.M.P.U( Mantan Menteri Riset negara dan tekhnologi era Gus Dur) tengah. Dalam sebuah kesempatan sebelum pandemi covid 19.

“Istilahnya belajar agama dengan Kitab Kuning atau Bondol di Pesantren pesantren Tradisional,” ucap pria yang aktif diberbagai organisasi ini.

“Maka sekarang kita yang hidup di Bunda Tanah Melayu bertanggung jawab untuk Mengembalikan masa ke emasan itu dengan cara mengirimkan anak-anak kita ke pondok pesantren khusunya yang memperdalam kitab kuning,” lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Nurut Taubah Batam.

BACA JUGA:   Chelsea Vs Real Madrid: Mason Mount Bakal Absen?

Masih Menurut Gus Far Pihkanya akan mengirimkan Surat Resmi permohonan bantuan kepada pemerintah ataupun Polda  Kepri agar bisa membantu para santriwan dan santriwati untuk memberikan swab secara gratis, sebagai persyaratan untuk bisa kembali ke pondoknya baik melalui udara maupun laut.

Alumni Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur ini mengajak kepada seluruh ormas dan partai politik, serta tokoh masyakarat di Kepri, baik yang ada di NU, Muhammadiyah, Al Washliyah dan lainnya untuk mendorong pemerintah agar menfasilitasi swab gratis santriwan dan santriwati yang berasal dari Provinsi Kepulauan Riau.(lis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *