Tiga Kampung Nelayan Merah Putih Batam Ditargetkan Rampung Akhir 2025

Pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih Batam ditargetkan selesai akhir 2025. Berlokasi di Tanjung Banun, Sekanak Raya, dan Pulau Kasu, kampung nelayan ini akan dilengkapi SPBU, gudang beku, pabrik es, hingga area pengolahan hasil laut.
Pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih Batam ditargetkan selesai akhir 2025. Berlokasi di Tanjung Banun, Sekanak Raya, dan Pulau Kasu, kampung nelayan ini akan dilengkapi SPBU, gudang beku, pabrik es, hingga area pengolahan hasil laut.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Batam

Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perikanan memastikan pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih Batam berjalan sesuai target. Proyek yang masuk dalam program nasional ini diharapkan rampung pada 30 Desember 2025.

Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, menjelaskan bahwa penetapan lokasi tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 55 Tahun 2025 tentang pembangunan 65 lokasi KNMP tahap pertama. “Alhamdulillah, di Batam ada tiga lokasi yang diputuskan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih. Target penyelesaian sesuai arahan kementerian adalah akhir tahun 2025,” katanya di Batam, Kamis.

Lokasi dan Pelaksana Proyek

Tiga lokasi yang dipilih berada di Tanjung Banun, Sekanak Raya, dan Pulau Kasu, Kecamatan Belakangpadang. Pembangunan ketiganya akan digarap oleh PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Yudi menambahkan, setiap kampung nelayan akan memiliki fasilitas lengkap, mulai dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nelayan, gudang beku, pabrik es, gerai alat tangkap, hingga area pengolahan hasil laut.

Nilai Investasi dan Potensi

Investasi pembangunan di tiap lokasi diperkirakan bervariasi, antara Rp7 miliar hingga Rp17 miliar. Dari ketiga titik tersebut, Tanjung Banun dianggap memiliki potensi terbesar karena lokasinya yang strategis di tepi laut. “Di Tanjung Banun akan dilengkapi dengan fasilitas bongkar muat kapal, hasil perikanan, gudang beku, dan sarana pendukung lainnya,” jelas Yudi.

Progres Pembangunan dan Harapan

Pembangunan telah dimulai dengan survei lapangan serta penentuan titik nol bersama instansi terkait. Yudi optimistis, pada awal tahun depan ketiga kampung nelayan ini sudah mulai beroperasi secara bertahap. “Harapannya, KNMP di Batam bisa segera memberikan manfaat langsung bagi nelayan,” ujarnya.

Selain itu, ketiga Kampung Nelayan Merah Putih Batam akan dikelola oleh Koperasi Merah Putih di masing-masing lokasi. Koperasi tidak hanya menjadi pengelola, tetapi juga ikut terlibat dalam perencanaan desain serta jenis usaha yang akan dijalankan, sehingga keberadaan kampung nelayan benar-benar berpihak kepada masyarakat setempat.

Editor: papideddy