BP: Realisasi Investasi Batam capai 55,67 persen target Rp70 triliun

Batamclick.com,
Realisasi investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), hingga Semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun atau 55,67 persen dari target Rp70 triliun sepanjang tahun berdasarkan pemantauan metode bottom-up Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan capaian tersebut menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Selasa.

Menurut dia, peningkatan investasi harus diikuti dengan kepastian berusaha, pelayanan yang cepat serta pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor.

Sedangkan berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi pada periode yang sama tercatat sebesar Rp29,89 triliun.

Sebelumnya, realisasi investasi Batam pada Triwulan I 2026 tercatat Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut jauh di atas pertumbuhan investasi nasional yang tercatat 7,2 persen.

Amsakar menegaskan, capaian investasi tidak hanya dilihat dari besarnya nilai investasi yang masuk, tetapi juga dari realisasi proyek dan dampaknya terhadap perekonomian daerah.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” katanya.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan penyerapan tenaga kerja di Kota Batam seiring investasi yang masuk sudah masuk ke tahap produksi.

Jumlah tenaga kerja tercatat naik dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026.

Dengan demikian, terjadi penambahan 9.964 tenaga kerja atau tumbuh 32,16 persen dalam setahun.

Lebih lanjut, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan peningkatan investasi perlu diimbangi dengan kualitas pelayanan kepada dunia usaha.

Investor, kata dia, membutuhkan kepastian sejak tahap awal hingga proyek dapat beroperasi dan berkembang.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.

Ia menegaskan bahwa BP Batam bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus membangun koordinasi yang lebih efektif agar berbagai kebutuhan investor dapat direspons secara cepat.

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” katanya menambahkan.

Sumber, Antara