Batamclick.com,
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengajak masyarakat mengenang jasa pahlawan nasional Raja Ali Haji yang disemayamkan di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI).
“Dari atas Bunda Tanah Melayu ini, sejarah bangsa terukir dan berakar teramat kokoh. Ketika kita bicara tentang kedaulatan dan persatuan Indonesia, sejarah tidak akan pernah lupa pada peran pahlawan nasional dari Kepri, yaitu Raja Ali Haji,” kata Gubernur Ansar dalam pidatonya saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin.
Menurut Ansar Raja Ali Haji semasa hidupnya, berperan besar dalam merajut dan membina bahasa Melayu hingga menjadi fondasi utama lahirnya bahasa Indonesia, yang hari ini menjadi sebuah instrumen pemersatu bangsa yang merekatkan ribuan suku dan tradisi di bumi nusantara.
Bahasa persatuan yang diwariskan dari Negeri Segantang Lada tersebut, menjadi semangat juang yang bergelora serentak dari Sabang sampai Merauke.
“Oleh karenanya, Kepri bukan sekadar penonton sejarah, melainkan salah satu arsitek utama bagi pemersatu bangsa yang sejarahnya harus diabadikan melalui karya monumental Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat,” ujar Ansar.
Selain itu, kata Ansar, Kepri bukan lagi sekadar wilayah pinggiran, melainkan perisai kedaulatan laut, benteng pertahanan ekonomi, dan etalase kehormatan bangsa di mata dunia.
Setiap jengkal karang dan setiap tetes air di lautan Kepri adalah kehormatan Republik Indonesia yang harus dijaga bersama sampai titik darah penghabisan.
“Kepri adalah gerbang kedaulatan maritim NKRI, karena posisi geografis berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, serta terletak di jalir pelayaran internasional Selat Malaka,” ucap Ansar.
Gubernur turut menambahkan peringatan HUT ke-81 RI merupakan momentum pengingat bagi masyarakat tanah air untuk memanjatkan rasa syukur atas anugerah kemerdekaan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Ia melanjutkan 81 tahun yang lalu, kemerdekaan RI telah digaungkan oleh sang proklamator Soekarno dan Mohammad Hatta. Ketikan teks proklamasi yang dirangkai oleh Sayuti Melik di Pegangsaan Timur merupakan pemantik semangat dalam memperjuangkan Kemerdekaan yang telah dijalin melalui tetesan darah, keringat, dan pengorbanan para pahlawan bangsa untuk memutus rantai penjajahan dan menancapkan tonggak berdirinya NKRI.
Namun demikian, kemerdekaan bukanlah garis akhir dari perjalanan negeri ini, melainkan jembatan emas menuju cita-cita luhur yang harus terus diisi dan diperjuangkan, karena kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan merupakan tumpuan untuk mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur.
“Mari kita buktikan kepada dunia bahwa Kepri akan selalu siap mengiringi laju kejayaan RI yang Berdaulat, Adil, dan Makmur,” demikian Ansar.
Sumber, Antara









