Tiga Perempuan, Seribu Kilometer, Satu Misi Menjaga Bumi

BATAMCLICK.COM: Tiga perempuan tangguh mengayuh sepeda dari Bali ke Jakarta sejauh 1.000 kilometer. Mereka bukan atlet profesional, melainkan para srikandi lingkungan yang mengkampanyekan gaya hidup sehat, bebas plastik, dan ramah lingkungan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dan Gerakan Bali Bersih untuk Indonesia.

“Hari ini kita menyaksikan sebuah perjalanan penuh makna. Bukan hanya bersepeda, tetapi juga menyebarkan semangat hidup berkelanjutan yang inklusif dan setara,” ujar Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara KLHK, Ni Nyoman Santi, Senin di Denpasar.

Ia menambahkan, sepeda menjadi simbol dari transportasi bersih yang dapat digunakan semua orang. Perjalanan tiga perempuan berusia 45 hingga 55 tahun ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil dan sederhana.

“Kita ingin mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah, dan mulai hidup selaras dengan prinsip keberlanjutan,” ucapnya.

Perjalanan mereka dijadwalkan tiba di Jakarta pada Minggu, 22 Juni 2025, tepat saat puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Bali, I Made Rentin, mengatakan kegiatan ini sejalan dengan semangat Pemprov Bali yang menargetkan pulau ini bersih sampah sebelum 2029, lebih cepat dari target nasional.

Trilara Prasetya Rina, pendiri komunitas Woman Endurance Extra, adalah satu dari tiga perempuan yang akan mengayuh penuh hingga 1.000 kilometer bersama Anak Agung Oka Diartini dan Putu Rea.

“Bali terpilih menjadi panutan Hari Lingkungan Hidup tahun ini. Kami ingin menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan, dan berharap aksi ini bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia,” kata Trilara.

Dalam perjalanan, mereka bertiga tidak sendiri. Sejumlah pesepeda lokal akan bergabung secara estafet dari kota ke kota. Namun hanya Trilara dan dua rekannya yang akan menempuh perjalanan penuh dari Bali ke Jakarta.

“Kami terbiasa menempuh jarak jauh, 1.000-2.000 km bukan hal baru. Semoga nanti kami bisa mempresentasikan hasil perjalanan ini di Jakarta saat pembukaan Hari Lingkungan Hidup,” katanya.