Sri Mulyani Dorong Akademisi hingga Praktisi Islam Aktif Respons Isu Ekonomi Aktual

BATAMCLICK.COM, Jakarta: Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, mengajak akademisi, birokrat, dan praktisi Islam untuk terus meningkatkan peran dalam merespons isu-isu ekonomi aktual yang berkembang di masyarakat.

Menurut Sri Mulyani, ketiga elemen tersebut merupakan pilar utama dalam pengembangan ekonomi Islam yang diharapkan mampu mewujudkan sistem ekonomi yang adil dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Tentu kita berharap para ahli ekonomi Islam bisa terus meningkatkan peran dalam merespons berbagai isu aktual dan menjadi agen perubahan, baik di level nasional maupun di institusi global,” ujarnya dalam kegiatan Sarasehan Ekonom Islam yang dikutip dari akun Instagram @smindrawati, Jumat (16/5/2025).

Sarasehan Ekonom Islam ini diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI). Sri Mulyani menyoroti visi IAEI yang ingin membangun sistem ekonomi yang adil, inklusif, serta sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Sejak didirikan dua dekade lalu, lanjutnya, peran IAEI telah berkembang dari lingkup akademik hingga keterlibatan dalam penyusunan kebijakan pemerintah melalui berbagai riset dan kajian strategis.

“Dinamika global seperti pandemi COVID-19 membuktikan bahwa peran ahli ekonomi Islam sangat krusial. Saya senang IAEI telah aktif merespons tantangan tersebut, bahkan turut serta dalam pembangunan infrastruktur nasional,” tuturnya.

Sri Mulyani juga menegaskan bahwa cakupan ekonomi syariah tidak terbatas pada aspek halal dan haram saja, tetapi juga mencakup prinsip-prinsip tata kelola yang bersandar pada nilai-nilai luhur Islam, seperti amanah (dapat dipercaya), integritas, fatonah (kecerdasan), dan siddiq (kejujuran).

“Nilai-nilai ini merupakan pondasi penting untuk menciptakan sistem ekonomi yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas,” tegasnya.

Ia pun berharap kegiatan seperti Sarasehan Ekonom Islam ini dapat memperkaya wawasan dan pemahaman para peserta terhadap ilmu ekonomi dan ajaran Islam, yang kemudian dapat disinergikan menjadi sistem ekonomi yang bersifat rahmatan lil ‘alamin—rahmat bagi seluruh umat manusia.

Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka