Batamclick.com, BATAM — Laju perkembangan teknologi informasi yang pesat dinilai perlu diimbangi dengan penguatan wawasan kebangsaan dan pendidikan karakter bagi generasi muda. Isu krusial ini menjadi fokus utama dalam Dialog Wawasan Kebangsaan Part III yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan (DPP PKSS) di Aula Politeknik Negeri Batam, Kamis (13/8/2026).
Diskusi publik kerja sama DPP PKSS dan RRI Batam ini menghadirkan lima narasumber ahli, yakni Prof. Dr. HM. Soerya Respationo, S.H., M.H.; Irjen Pol (Purn.) Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H.; Sekretaris Umum LAM Batam, Yunus Spi, S.E.; akademisi Ir. Bambang Hendrawan, S.T., M.SM.; serta tokoh hukum H. Masrur Amin, S.H., M.H. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian dialog serupa yang sebelumnya sukses diselenggarakan di Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Tanjungpinang.
Ketua Umum DPP PKSS, Akhmad Rosano, menegaskan pentingnya menjaga etika, adab, serta kecintaan terhadap tanah air di tengah arus modernisasi. Menurutnya, hasil rumusan dialog di Batam ini akan didorong menjadi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah pusat.
“Pentingnya wawasan kebangsaan ini agar generasi muda tetap memiliki penghargaan terhadap jasa para pahlawan dan tokoh bangsa. Etika dan adab harus terus kita jaga. Kami mengusulkan agar Pendidikan Moral Pancasila dan pengamalannya diperkuat kembali sejak tingkat sekolah dasar,” ujar Rosano.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menyoroti tantangan nyata yang dihadapi generasi muda akibat penyalahgunaan teknologi informasi, seperti maraknya kasus cyberbullying, perkelahian antarpelajar, hingga tindak kriminalitas remaja.
Nyanyang menilai wawasan kebangsaan merupakan benteng moral utama agar kemajuan teknologi tidak mengikis karakter dan tanggung jawab sosial anak bangsa.
“Seiring laju modernisasi dan kemudahan teknologi, pengaruh negatif juga membayangi kehidupan masyarakat. Dengan pemahaman wawasan kebangsaan yang kokoh, kita meyakini hal itu bisa menjadi benteng kuat dalam menangkal dampak negatif perkembangan informasi,” tegas Nyanyang.
Ketua Pelaksana Kegiatan yang juga Wakil Ketua Umum DPP PKSS Bidang Humas dan Publikasi, Amir Yunus, menyampaikan bahwa edukasi nilai-nilai kebangsaan ini tidak akan berhenti di Kota Batam. PKSS berencana merambah daerah lain pada gelaran selanjutnya.
“Dialog Wawasan Kebangsaan Part III ini adalah bagian dari program kerja berkesinambungan DPP PKSS bersama RRI Batam. Insyaallah, kami sedang menyiapkan Dialog Part IV di luar Batam dengan konsep yang berbeda dan jangkauan audiens yang lebih luas,” tutur Amir.









